Slamet Pergi di Tengah Sunyi: Kisah Pilu Sang Kakek 100 Tahun yang Mengakhiri Hidup di Pemakaman

- Penulis

Rabu, 30 April 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id – Dalam kesunyian malam yang menggulung Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, sebuah kabar memilukan menyentak warga.

Slamet, seorang pria lanjut usia berusia 100 tahun, ditemukan tak bernyawa tergantung di dahan pohon kamboja di area pemakaman belakang rumahnya tempat yang selama ini ia anggap sebagai ruang pertemanan terakhir.

Kisah tragis ini terungkap pada Selasa malam (29/4), sekitar pukul 22.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh cucu menantunya, Rovi Al Qodir (18), yang baru pulang bersama istrinya, Anis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat mendapati sang kakek tak berada di rumah, Rovi langsung menuju ke belakang rumah, ke area pemakaman Dusun Asem Toronan tempat yang kerap dikunjungi Slamet saat merasa gelisah.

Apa yang ia temukan malam itu adalah pemandangan memilukan: sang kakek tergantung diam dengan seutas tampar, tubuh renta yang sudah menyatu dengan kesepian, meninggalkan pertanyaan sunyi tentang makna perhatian dan kasih sayang di hari tua.

Dalam keterangannya, keluarga menyebut Slamet telah lama menunjukkan gejala depresi: sulit tidur, sering berbicara tidak menentu, dan berkali-kali menyampaikan keinginan untuk meninggalkan dunia yang terlalu sepi.

Baca Juga:  Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel

Pemakaman itu, katanya, adalah tempat yang membuatnya merasa punya banyak teman.

Petugas Polsek Sumenep Kota segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara, mencatat keterangan saksi, dan menyarankan agar jenazah divisum.

Namun keluarga secara resmi menolak dan menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi, dengan alasan tertentu. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara kekeluargaan.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolres Sumenep melalui Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, S.H., dalam pernyataan resminya di grup Mitra Humas Polres Sumenep pada Rabu (30/04/2025).

“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai takdir Tuhan Yang Maha Esa dan tidak menempuh jalur hukum,” jelas AKP Widiarti.

Kisah Slamet adalah potret nyata kesepian yang kerap tak terdengar. Ia meninggalkan dunia tanpa jejak kejahatan.

Namun dengan pesan sunyi yang menusuk: bahwa di balik usia yang panjang, ada jiwa-jiwa rapuh yang mendambakan kehangatan keluarga dan pelukan kemanusiaan.

Ahmd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga adalah Kehormatan Bangsa, Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Presiden Prabowo Beri Bonus kepada Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026
Terima Father of Asian EV Asal Magelang, Wapres Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa
Terjadi Lagi! Advokat FERADI WPI Dedy Ferdiyanto, S.H. diduga Jadi Korban Kriminalisasi Oknum Aparat, Ketum FERADI WPI siapkan tim advokasi bagi Anggotanya*
Perdata diduga dipaksakan menjadi Pidana. Tim Advokasi FERADI WPI akan memproses hukum pihak yang diduga terlibat. Ditreskrimum Polda Metro Jaya Disorot*
SUMPAH PEMUDA 2026 – SUKINDAR, S.H.,C.PFW.,C.MDF.,C.JKJ.,C.FTAX. AJAK GENERASI MUDA JADI PELOPOR KEADILAN DAN TAAT HUKUM*
Dedy Ferdiyanto, S.H. Advokat FERADI WPI merasa dikriminalisasi diduga oleh DitReskrimum Polda Metro Jaya, Mengadu Ke Ketum FERADI WPI Meminta Keadilan*
Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober: Semangat Persatuan Tetap Menyatu Demi Indonesia yang Lebih Maju
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga adalah Kehormatan Bangsa, Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Presiden Prabowo Beri Bonus kepada Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:26 WIB

Terima Father of Asian EV Asal Magelang, Wapres Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Terjadi Lagi! Advokat FERADI WPI Dedy Ferdiyanto, S.H. diduga Jadi Korban Kriminalisasi Oknum Aparat, Ketum FERADI WPI siapkan tim advokasi bagi Anggotanya*

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Perdata diduga dipaksakan menjadi Pidana. Tim Advokasi FERADI WPI akan memproses hukum pihak yang diduga terlibat. Ditreskrimum Polda Metro Jaya Disorot*

Berita Terbaru