Emas Ilegal Mengalir, Penegakan Hukum Tersendat

- Penulis

Sabtu, 19 April 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sekadau – Aktivitas tambang emas ilegal di aliran Sungai Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat sekitar 50 set alat tambang yang beroperasi secara ilegal di kawasan tersebut.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas tambang ini terjadi tidak jauh dari pusat kota. Ia menyayangkan minimnya tindakan dari aparat penegak hukum (APH) di wilayah tersebut, bahkan menyebut adanya kesan pembiaran terhadap kegiatan ilegal ini.

“Apakah hukum sudah tidak berlaku lagi? Atau uang dari tambang emas ilegal itu terlalu menggiurkan hingga hukum menjadi tidak berdaya?” sindirnya tajam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat mulai mempertanyakan komitmen dan integritas aparat dalam menegakkan hukum. Jika hukum masih tegak berdiri, warga mendesak agar aparat segera bertindak dan menangkap para pelaku penambangan emas ilegal tersebut.

Baca Juga:  Polemik Napak Tilas Ketapang 2023 Menghangat: Jejak Pengusutan Menyentuh Lingkar Dalam Kekuasaan

Selain persoalan hukum, kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan sosial juga semakin mengemuka. Aktivitas tambang ilegal yang tidak melalui regulasi resmi dikhawatirkan akan merusak ekosistem sungai, mencemari air, serta memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Aspek ekonomi juga menjadi sorotan, karena pendapatan yang besar dari tambang emas ilegal sering kali menjadi daya tarik yang memicu praktik-praktik penyimpangan.

Masyarakat Sekadau mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, tidak hanya demi penegakan hukum, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar.

Situasi ini memerlukan perhatian dan langkah cepat dari pihak berwenang. Diharapkan adanya keterbukaan serta dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk merumuskan solusi jangka panjang guna mengatasi maraknya tambang ilegal di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Kajati Kalbar Pimpin Apel Kerja Perdana 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Jaksa
Kunjungi Gereja Katedral dan Immanuel, Menko Polkam Sampaikan Pesan Presiden Untuk Umat Kristiani
Aktivitas PETI Kembali Marak di Sungai Kapuas Sanggau, Diduga Libatkan Oknum APH
Perkara Tipikor Dana Hibah Gereja GKE Sintang Resmi Tahap
Oknum LSM di Ketapang Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penyebaran Informasi Palsu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:46 WIB

Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.

Senin, 9 Februari 2026 - 12:31 WIB

BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 - 03:34 WIB

Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura

Senin, 5 Januari 2026 - 04:53 WIB

Kajati Kalbar Pimpin Apel Kerja Perdana 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Jaksa

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:25 WIB

Kunjungi Gereja Katedral dan Immanuel, Menko Polkam Sampaikan Pesan Presiden Untuk Umat Kristiani

Berita Terbaru