Presiden Prabowo Subianto menghadiri dan turut melakukan panen raya padi bersama di Desa Randegan Wetan, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 7 April 2025.

- Penulis

Senin, 7 April 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak yang diadakan di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Pastikan Puncak arus balik Aman, Kapolres Blitar Terjun langsung Pantau arus lalu lintas dan Kenyamanan Masyarakat saat berlibur di Wisata Pantai Kabupaten Blitar

Lewat konferensi video bersama 14 gubernur, 156 bupati/walikota, dan para petani, Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak sehingga bulan Ramadan dan juga hari Raya Idulfitri tahun ini dapat dinikmati dalam keadaan aman dan damai. Harga-harga bahan pokok terkendali, aman, dan masih terjangkau oleh rakyat Indonesia.

Dengan kebijakan penetapan harga gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram, terdapat 50 juta petani yang telah langsung menerima manfaat kebijakan tersebut, atau sekitar 100 juta anggota keluarga. Sebagian besar dari mereka, tidak menggunakan media sosial.

Baca juga: Pastikan Puncak arus balik Aman, Kapolres Blitar Terjun langsung Pantau arus lalu lintas dan Kenyamanan Masyarakat saat berlibur di Wisata Pantai Kabupaten Blitar

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada petani di seluruh Indonesia sebagai pahlawan-pahlawan produksi. Melalui panen serentak ini, Presiden menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan lumbung pangan terbesar di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026
Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma
Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.
Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang
Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan
Potensi Polarisasi Etnis Mengintai, Ketegasan KPK Dinilai Penting Jaga Stabilitas Kalimantan Barat.
BMKG Kembangkan Radar Cuaca Non-Polarimetrik untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Perkuat Sinergi dan Soliditas TNI, Komandan Kodaeral XII Terima Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:28 WIB

PEMPROV KALBAR RAIH TPAKD TERBAIK WILAYAH KALIMANTAN TAHUN 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Ketum PWI: Negara Perlu Hadir Menjaga Ekosistem Pers di Tengah Gempuran Algoritma

Minggu, 27 September 2026 - 14:42 WIB

Mangkrak! Program Cetak Sawah 2025 di Sanggau Gagal Total, di Sei Mawang Dari 98 Ha Yang Di kerjakan Hanya 6 Ha.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Gebyar Lelang Serentak Hari Ketiga, Kejati Kalbar Pantau Penjualan Aset di Sanggau, Sintang dan Ketapang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Secara Bertahap, Masa Transisi Tiga Bulan

Berita Terbaru