Tindakan Biadab! Oknum Kades Sejotang Bebankan Pungli 5% Tanpa Dasar Hukum!

- Penulis

Senin, 31 Maret 2025 - 05:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id. Sanggau, Kalbar – Seorang oknum Kepala Desa di Desa Sejotang, Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, diduga melakukan pungutan liar (pungli) dalam transaksi jual beli tanah. Oknum kades ini diduga menarik biaya sebesar 5% tanpa dasar hukum yang jelas, seperti Peraturan Desa atau Keputusan Kepala Desa.

Praktik ini telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Bukannya memberikan kemudahan, oknum kades justru membebankan biaya tinggi kepada warga yang ingin menjual tanah mereka. Bagi masyarakat yang membutuhkan dana untuk keperluan mendesak seperti pengobatan keluarga, biaya pendidikan anak, atau kebutuhan lainnya, kebijakan ini sangat memberatkan.

Seruan Tindakan Tegas

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rampas Berdaulat Setia 08 Kabupaten Sanggau, melalui Tambos Napitupulu, menegaskan bahwa pungutan liar semacam ini tidak bisa dibiarkan. Dalam keterangannya kepada media pada Jumat (17/01/25) melalui pesan WhatsApp, ia menegaskan pentingnya tindakan hukum terhadap oknum kades yang terlibat dalam praktik ini.

“Kegiatan pungli hingga 5% oleh oknum kades ini harus segera ditindak tegas oleh Aparat Penegak Hukum agar tidak berlarut-larut. Pungli adalah tindak pidana korupsi dan termasuk kejahatan luar biasa,” ujar Tambos.

Baca Juga:  Lakukan Pencurian Sawit, Seorang Kepala Desa Di Kecamatan Marau Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh Polres Ketapang

Ia juga menekankan bahwa sanksi hukum bagi pelaku pungli di desa bisa mencapai pidana penjara maksimal sembilan tahun. Pungli sendiri dapat dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 KUHP, yang mengatur ancaman atau paksaan untuk memperoleh sesuatu secara tidak sah.

Pentingnya Pengawasan dan Pembinaan

Masyarakat mendesak agar instansi terkait, seperti Camat, Dinas Pemerintahan Desa, serta Inspektorat Kabupaten Sanggau, segera turun tangan. Pembinaan dan pengawasan perlu dilakukan agar praktik serupa tidak terulang di kemudian hari.

Selain dalam jual beli tanah, pungli di desa juga sering terjadi dalam pengurusan dokumen kependudukan atau bantuan sosial seperti PKH. Masyarakat yang menjadi korban pungli diimbau untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian guna mendapatkan keadilan.

Kasus ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar lebih tegas dalam menindak oknum yang menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi. Pemberantasan pungli di desa harus menjadi prioritas demi keadilan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bersama Masyarakat, Polda Kalbar Hadirkan Dialog Kamtibmas Penuh Kebersamaan di Taman Akcaya.
Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai
Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.
Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.
Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.
Subuh Keliling Polda Kalbar, Ajak Masyarakat Cegah Perundungan dan Jaga Kerukunan.
Sinergi Polri dan UPT PKPTK Pontianak, Kapolda Kalbar Tinjau Pelatihan Keterampilan Warga
Laka Lantas di Simpang Manuk Sanggau, Satu Pengendara Meninggal Dunia dan Dua Orang Luka-luka
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Polda Kalbar Hadirkan Dialog Kamtibmas Penuh Kebersamaan di Taman Akcaya.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Kabut Ganggu Jarak Pandang, Truk Tangki dan Grand Livina Terlibat Laka di Jalan Raya Beduai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik.

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Waspada Penipuan File APK, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Jangan Sembarangan Unduh Aplikasi.

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Polda Kalbar Kerahkan 510 Personel Operasi Patuh Kapuas 2026, Utamakan Keselamatan dan Pendekatan Humanis.

Berita Terbaru