Dana APBN Rp19 M untuk Jembatan? Baru Seumur Jagung, Jalan Pendekat Sudah Hancur!.

- Penulis

Kamis, 6 Maret 2025 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBERTV.ID – BENGKAYANG

Kalimantan Barat – Proyek penggantian jembatan pada ruas jalan Karangan – Simpang Tiga – Bengkayang yang menelan anggaran Rp19,01 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2024 diduga dikerjakan asal-asalan. Proyek ini, yang dilaksanakan oleh PT. Genta Bangun Nusantara di bawah pengawasan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat, seharusnya memiliki masa pelaksanaan 278 hari kalender.

Baca juga: Upaya Cegah Stunting Di Wilayah Binaan, Babinsa Desa Ngembul Dampingi Kegiatan Posyandu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hasil pantauan awak media pada Rabu, 5 Maret 2025, menunjukkan indikasi kualitas pekerjaan yang buruk. Tiga jembatan yang baru selesai dibangun—Jembatan Kandang II di Desa Setia Jaya, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang; Jembatan Mentie di Desa Tunang, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak; dan Jembatan Lirang II di Desa Salaas, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak—sudah mengalami kerusakan pada bagian aspal jalan pendekatnya.

Mutu Dipertanyakan, Dugaan Penyimpangan Muncul

Kerusakan ini menimbulkan dugaan kuat bahwa proyek tidak dikerjakan sesuai standar kualitas yang ditetapkan. Pasalnya, meski usia jembatan masih sangat baru, kondisi jalan pendekatnya justru sudah rusak.

“Patut diduga pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi teknis yang seharusnya. Saat dikonfirmasi, pengawas proyek, Satrio Ardyan, hanya mengatakan bahwa saat ini sedang dalam proses perbaikan,” ungkap sumber dari media.

Baca juga: Besinergi Dalam Pembangunan Pasokan Listrik, Kapolres Ketapang Terima Kunjungan PLN UIP Kalbar.

Baca Juga:  Warga Sepuk Laut Tolak Kompensasi PT PAL: Tuntut Hak Plasma Sesuai HGU 2014, Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan

Wakil Ketua Umum DPP LSM MAUNG (Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan), Suheri, turut menyoroti masalah ini.

“Kami berharap jalan ini bertahan lama, tapi kenyataannya baru beberapa bulan sudah rusak. Ini jelas menunjukkan kualitas pekerjaan yang buruk,” tegasnya.

Menurutnya, cepatnya kerusakan ini kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar serta lemahnya pengawasan selama pengerjaan proyek. Selain itu, lalu lintas kendaraan berat juga bisa menjadi faktor tambahan, tetapi bukan alasan utama jika kualitas pekerjaan benar-benar baik.

Pengendara Mengeluh, Keselamatan Terancam

Sejumlah pengendara yang melewati jalur tersebut mengaku harus ekstra hati-hati akibat kondisi jalan yang sudah memburuk.

Baca juga: Tim Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak Tangkap 3 Pedagang Miras Ilegal di Hari Kedua Ops Pekat Kapuas 2025

“Kami khawatir terjadi kecelakaan. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat dan akses utama menuju perbatasan Indonesia – Malaysia, seharusnya dibangun dengan kualitas yang lebih baik,” ujar salah satu pengendara yang melintas.

Masyarakat mendesak pihak terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini. Jika ditemukan pelanggaran dalam proses pengerjaan, maka pihak yang bertanggung jawab harus dikenakan sanksi tegas agar kasus serupa tidak terulang di proyek infrastruktur lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri Dalami Perkara Dugaan Korupsi Kredit Perbankan, Koordinasi dengan Instansi Terkait Terus Dilakukan
Polres Situbondo Gencarkan Razia Malam dan Edukasi Preventif, Cegah Peredaran Narkoba
Penindakan Humanis Polres Pelabuhan Tanjung Perak Fasilitasi Rehabilitasi 17 Pecandu Narkoba Jalan Kunti
*Jumat Keliling Polisi Bersama Masyarakat Polres Blitar Terus Tingkatkan Pelayanan, Hadirkan Beragam kemudahan Layanan dan Sembako murah, Sayur Gratis Kepada Warga*
Senkom Mitra Polri Mimika Audiensi dengan Kesbangpol, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Aliansi Nilai Klarifikasi Mursalim DG Sila Belum Sentuh Pokok Persoalan, Desak Fenny Frans Jelaskan Langsung
PUKAT Sulsel Minta Polisi Telusuri Video Viral Owner Skincare yang Diduga Menyinggung Profesi Wartawan dan Advokat
Aksi ‘Jogo Omah’, Polresta Tuban Gelar Green Policing di Pantai Jenu bersama Masyarakat
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:09 WIB

Polri Dalami Perkara Dugaan Korupsi Kredit Perbankan, Koordinasi dengan Instansi Terkait Terus Dilakukan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:07 WIB

Polres Situbondo Gencarkan Razia Malam dan Edukasi Preventif, Cegah Peredaran Narkoba

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Penindakan Humanis Polres Pelabuhan Tanjung Perak Fasilitasi Rehabilitasi 17 Pecandu Narkoba Jalan Kunti

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:38 WIB

*Jumat Keliling Polisi Bersama Masyarakat Polres Blitar Terus Tingkatkan Pelayanan, Hadirkan Beragam kemudahan Layanan dan Sembako murah, Sayur Gratis Kepada Warga*

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:45 WIB

Senkom Mitra Polri Mimika Audiensi dengan Kesbangpol, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Berita Terbaru