Cybertv.id
SINTANG, KALBAR — Salah seorang warga kawasan SKPC, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mengaku kecewa terhadap dugaan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pada SPBU 3T Nomor 66.786.07.
Dugaan tersebut menjadi sorotan setelah seorang warga berinisial RA mengaku mendapatkan tawaran pembelian BBM bersubsidi dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang disebutnya sebagai HET yang berlaku untuk wilayah tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut RA, dirinya ditawarkan BBM jenis solar bersubsidi dengan harga sekitar Rp18.000 per liter, sedangkan Pertalite bersubsidi ditawarkan sekitar Rp12.000 per liter.
“Saya ditawarkan harga solar subsidi sekitar Rp18.000, sementara BBM Pertalite subsidi sekitar Rp12.000 per liternya oleh pemilik SPBU,” ujar RA kepada awak media.»
RA mengaku kecewa apabila informasi tersebut benar adanya. Ia menilai harga yang ditawarkan tersebut cukup tinggi dibandingkan harga BBM yang seharusnya diberlakukan sesuai ketentuan pemerintah untuk wilayah 3T.
“Tentu kita sangat kecewa dan menyayangkan kalau benar ada tawaran BBM subsidi di SPBU 3T 66.786.07 dengan harga begitu tinggi. Setahu saya harga HET Pertalite Rp10.000 per liter dan solar Rp6.800 per liter. Kalau benar ditawarkan sampai Rp18.000, tentu sangat keterlaluan,” ungkapnya.»
Ia berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan dan klarifikasi terhadap dugaan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di kawasan 3T.
Menanggapi informasi tersebut, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada pemilik SPBU 3T Nomor 66.786.07, Didit, terkait dugaan penjualan BBM bersubsidi di atas HET.
Didit membantah adanya praktik penjualan BBM bersubsidi dengan harga sebagaimana yang disampaikan warga tersebut.
“Itu tidak benar,” kata Didit saat dikonfirmasi.
Pernyataan pemilik SPBU tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan warga berinisial RA yang sebelumnya mengaku mendapatkan tawaran harga BBM bersubsidi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan mengenai adanya penjualan BBM bersubsidi di atas HET tersebut masih memerlukan verifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Masyarakat berharap instansi terkait dapat melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi di wilayah 3T sehingga penyalurannya tepat sasaran dan harga yang diterapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
//RED, TIM














