Cybertv.id-*Semarang, 14 Agustus 2026* – DPD LDII Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang pada Kamis, 13 Agustus 2026 di Hotel Noormans Semarang.
Hadir mewakili LDII Kota Semarang, *Drs. H. Sunarto,M.Si* selaku Ketua DPD LDII Kota Semarang dan *H. Indarwanto*.
Rakor mengangkat tema _“Sinergi antar Ormas Keagamaan untuk Mencegah Banjir dan Rob di Kota Semarang yang Semakin Parah”_. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran ormas keagamaan dalam penanganan bencana lingkungan di Kota Semarang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut disepakati beberapa poin penting:
*1. Akar Masalah Banjir*
Para peserta sepakat bahwa penyebab utama banjir adalah tersumbatnya saluran air oleh sampah akibat perilaku membuang sampah sembarangan.
*2. Peran Umat Beragama*
Umat beragama diimbau menjadikan kebersihan sebagai bagian dari iman, sesuai hadits _“An-nazhafatu minal iman”_ HR. Muslim. Budaya membuang sampah pada tempatnya dan tidak di sungai/saluran air harus digalakkan agar aliran air lancar.
*3. Solusi Teknis di Tingkat RT*
Rakor merekomendasikan pembuatan biopori, embung, atau kolam penampungan air di tiap RT dengan ukuran minimal 1 x 1 x 1 meter, minimal 2 titik per RT. Pembiayaan dapat bersumber dari swadaya warga atau dana RT sebesar Rp25 juta melalui payung hukum Perda/Perwal.
*4. Penanggulangan Rob*
Sebagai upaya jangka panjang pencegahan rob, forum mendorong gerakan penanaman pohon mangrove di wilayah pesisir Kota Semarang.
Ketua DPD LDII Kota Semarang, Drs. H. Sunarto, M.Si menyampaikan bahwa LDII siap bersinergi dengan pemerintah dan ormas lain untuk mewujudkan Semarang yang bersih, aman, dan bebas banjir.
_“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Melalui gotong royong lintas agama, kita bisa mencegah banjir dan rob demi kemaslahatan bersama,”_ ujarnya.
Demikian rilis ini disampaikan untuk dapat dipublikasikan.
*Narahubung:*
DPD LDII Kota Semarang
( Sukindar)














