Diduga Alami Kejang Saat Menyeberang, Warga Kapuas Tenggelam di Sungai Kapuas

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Seorang pria berinisial LO (40), warga Dusun Sungai Kodang, Desa Sungai Alai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Kapuas, tepatnya di wilayah Dusun Penyalimau, Desa Penyalimau, Kecamatan Kapuas, pada Sabtu (27/6/2026). Hingga berita ini disusun, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Informasi mengenai peristiwa tersebut diterima Polsek Kapuas pada Sabtu siang. Setelah menerima laporan, personel kepolisian segera melakukan langkah-langkah penanganan awal dengan mendata identitas korban dan saksi, menghimpun kronologi kejadian, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau untuk pelaksanaan operasi pencarian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula sekitar pukul 11.30 WIB ketika korban berangkat dari kediamannya di Dusun Sungai Kodang menuju rumah orang tuanya yang berada di Dusun Penyalimau Empaong, Desa Penyalimau. Korban menggunakan sepeda motor dan kemudian menyeberangi Sungai Kapuas dengan memanfaatkan jasa motor air penyeberangan dari Dermaga Sungai Tapang menuju Dermaga Penyalimau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat perjalanan penyeberangan hampir selesai, atau sekitar 50 meter sebelum mencapai dermaga tujuan di Dusun Penyalimau, korban diduga tiba-tiba mengalami kejang-kejang saat masih berada di atas motor air. Dalam kondisi tersebut, korban terjatuh ke Sungai Kapuas dan langsung tenggelam.

Motoris penyeberangan, Yatni (44), yang juga menjadi saksi dalam kejadian tersebut, segera berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi korban terjatuh. Namun, derasnya arus sungai menyebabkan korban tidak berhasil ditemukan.

Setelah upaya pencarian awal tidak membuahkan hasil, Yatni bersama Kepala Wilayah Sungai Tapang, Hamdani, mendatangi kediaman keluarga korban untuk menyampaikan informasi mengenai peristiwa tersebut. Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang kerap menyebabkan kejang maupun kehilangan kesadaran.

Baca Juga:  Humas Polres Sanggau Perkuat Sinergi Media Jelang Pengamanan Nataru 2025

Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu bahan analisis awal dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, korban mengalami serangan penyakit saat berada di atas motor air sehingga kehilangan keseimbangan dan tidak mampu menyelamatkan diri setelah terjatuh ke sungai.

Kapolsek Kapuas, IPTU Marianus, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat sejak menerima laporan dengan melakukan pendataan, koordinasi lintas instansi, serta mendukung proses pencarian korban bersama BPBD dan unsur terkait.

“Kami langsung merespons laporan masyarakat dengan melakukan koordinasi bersama BPBD Kabupaten Sanggau serta perangkat desa setempat untuk mendukung proses pencarian korban. Kami juga mengimbau masyarakat yang berada di sepanjang aliran Sungai Kapuas agar segera melaporkan kepada aparat apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Bhabinkamtibmas Polsek Kapuas telah diarahkan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat di wilayah sepanjang aliran sungai guna memperluas penyebaran informasi serta membantu proses pencarian secara terpadu.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas di sungai, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Penggunaan alat keselamatan dan pendampingan saat melakukan penyeberangan dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perairan.

Polsek Kapuas memastikan proses pencarian terhadap korban akan terus dilakukan bersama instansi terkait hingga memperoleh hasil. Kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut memberikan informasi apabila menemukan petunjuk yang dapat membantu proses pencarian, sehingga penanganan peristiwa ini dapat berlangsung secara cepat, efektif, dan humanis.

_(Anita)_

Editor : Anita

Sumber Berita: Dny/ard Humas RES sgu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Ditbinmas Polda Kalbar Ajak Komunitas Ojek Pikap Maxvary Jaga Kamtibmas.
Polisi Tindak PETI di Desa Tebedak, Aktivitas Sudah Berhenti
Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape
1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap
Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan
Karhutla, Bibit Sawit dan Video Viral: Warga Sekunder C Rasau Jaya Tiga Minta Fakta Diluruskan
FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas.
Dari Desa Entikong, Gerakan Bersama Cegah Karhutla Terus Digelorakan.
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Ditbinmas Polda Kalbar Ajak Komunitas Ojek Pikap Maxvary Jaga Kamtibmas.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Polisi Tindak PETI di Desa Tebedak, Aktivitas Sudah Berhenti

Selasa, 29 September 2026 - 05:48 WIB

Polsek Kapuas Evakuasi Pria yang Ditemukan Meninggal di Dusun Lape

Jumat, 11 September 2026 - 04:06 WIB

1.200 Masker untuk Warga Bonti, Bentuk Kepedulian di Tengah Kabut Asap

Senin, 7 September 2026 - 02:25 WIB

Dankodaeral XII Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Karhutla melalui Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

Berita Terbaru