MUSPROV VII Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia KALIMANTAN BARAT 2026: MOMENTUM PENENTU—MELAHIRKAN KEPEMIMPINAN ATAU MENGUKUHKAN STAGNASI

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cyber tv.id -Pontianak, 5 Mei 2026 — POSSI Kalimantan Barat memasuki fase paling krusial dalam perjalanan organisasinya melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Tahun 2026. Ini bukan sekadar agenda rutin, bukan seremoni tahunan, dan bukan ruang kompromi kepentingan. Ini adalah titik penentu arah: maju dengan kepemimpinan yang kuat, atau kembali terjebak dalam stagnasi yang melemahkan.

Fakta di lapangan tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Banyak organisasi olahraga gagal berkembang bukan karena kekurangan potensi, melainkan karena kesalahan dalam memilih pemimpin. Kepemimpinan yang lahir dari kompromi, kedekatan, atau sekadar formalitas administratif terbukti hanya menghasilkan organisasi tanpa arah, program tanpa eksekusi, dan prestasi yang terus menurun.

Musprov VII harus menjadi garis tegas pemutus pola lama. Tidak boleh ada lagi ruang bagi kandidat tanpa rekam jejak, tanpa kapasitas, dan tanpa komitmen nyata. Organisasi ini terlalu strategis untuk dipertaruhkan pada figur yang hanya hadir saat momentum perebutan jabatan, lalu menghilang ketika tanggung jawab menuntut kerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh perangkat telah dibentuk. Sistem telah disusun. Mekanisme telah diperketat. Namun semua itu tidak akan berarti jika integritas proses dikompromikan. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) memegang peran strategis sebagai gerbang utama—bukan sekadar memeriksa berkas, tetapi menyaring kualitas dan menjaga marwah organisasi.

Standar yang diterapkan tidak ringan dan memang tidak boleh diturunkan. Dukungan minimal dari tiga Pengcab bukan formalitas kosong, melainkan indikator legitimasi awal. Pengalaman organisasi adalah bukti keterlibatan nyata, bukan pelengkap dokumen. Lisensi selam adalah representasi kompetensi, bukan simbol. Komitmen waktu adalah kesiapan bekerja, bukan janji.

Jika standar ini diturunkan, maka hasilnya sudah dapat dipastikan: kepemimpinan yang lahir akan lemah sejak awal. Organisasi berjalan tanpa arah, program tersendat, konflik internal menguat, dan kepercayaan publik kembali terkikis.

Musprov ini bukan hanya milik pengurus. Ini milik seluruh ekosistem olahraga selam Kalimantan Barat—atlet, pelatih, komunitas, hingga publik yang menaruh harapan. Mereka tidak lagi diam. Mereka menuntut hasil nyata, bukan janji. Mereka menginginkan kepemimpinan yang bekerja, bukan sekadar menjabat.

Baca Juga:  Miliki Konsep Family dan 38 Meja, Berlin Pool And Bistro Hadir di Kota Pontianak

Pelaksanaan Musprov di Pulau Lemukutan menjadi simbol kekuatan bahari Kalimantan Barat. Namun potensi tidak akan pernah berubah menjadi prestasi tanpa kepemimpinan yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengeksekusi secara serius.

Lebih dari sekadar organisasi olahraga, POSSI Kalimantan Barat memiliki peran strategis yang luas. Organisasi ini bergerak tidak hanya dalam pembinaan prestasi, tetapi juga dalam pengembangan wisata bawah air, penelitian bawah air, pekerjaan bawah air, serta dukungan terhadap kegiatan dive rescue. Artinya, tanggung jawab kepemimpinan tidak sederhana—dibutuhkan figur yang memahami ekosistem, memiliki kapasitas teknis, serta mampu bekerja lintas sektor.

Pemilihan pada 15 Mei 2026 akan menjadi momen penentu. Ini bukan sekadar siapa yang terpilih, tetapi siapa yang benar-benar layak. Tidak boleh ada toleransi bagi kandidat yang tidak memahami organisasi, tidak memiliki rekam jejak, tidak siap bekerja, atau hanya menjadikan jabatan sebagai tujuan.

Jika kompromi kembali terjadi, maka Musprov ini hanya akan menjadi awal dari kegagalan berikutnya. Sebaliknya, jika proses dijaga dengan disiplin dan integritas, maka Musprov VII akan menjadi titik balik kebangkitan. Organisasi akan memiliki arah yang jelas, program berjalan efektif, pembinaan atlet hidup, pengembangan sektor bahari meningkat, dan kepercayaan publik kembali pulih.

Tanggung jawab ini tidak bisa dilempar. Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen organisasi. Tidak cukup hanya berharap proses berjalan baik—semua pihak harus memastikan standar dijaga, aturan ditegakkan, dan kualitas menjadi satu-satunya ukuran.

Yang dipertaruhkan bukan sekadar jabatan. Yang dipertaruhkan adalah masa depan organisasi dan peran strategisnya bagi Kalimantan Barat. Musprov VII harus melahirkan pemimpin—bukan sekadar pemenang.

Pilihan ada di tangan forum di Pontianak. Sejarah tidak akan mencatat alasan. Sejarah hanya mencatat hasil.

 

Tim Liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Forsgi Jateng 4 U10 dan U12 Siap Berlaga di Piala Menpora 2024 di Jakarta
Festival Olah Raga Masyarakat Indonesia Provinsi Kalbar Resmi Di tutup
Miliki Konsep Family dan 38 Meja, Berlin Pool And Bistro Hadir di Kota Pontianak
Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal
Galeri Timnas U-19 Siapkan Cara Berbeda Untuk Lawan Vietnam
Pesta Yoga Internasional Bakal Digelar di Jakarta
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:08 WIB

MUSPROV VII Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia KALIMANTAN BARAT 2026: MOMENTUM PENENTU—MELAHIRKAN KEPEMIMPINAN ATAU MENGUKUHKAN STAGNASI

Kamis, 22 Agustus 2024 - 10:24 WIB

Tim Forsgi Jateng 4 U10 dan U12 Siap Berlaga di Piala Menpora 2024 di Jakarta

Jumat, 16 Agustus 2024 - 04:05 WIB

Festival Olah Raga Masyarakat Indonesia Provinsi Kalbar Resmi Di tutup

Minggu, 4 Agustus 2024 - 15:26 WIB

Miliki Konsep Family dan 38 Meja, Berlin Pool And Bistro Hadir di Kota Pontianak

Jumat, 8 September 2017 - 22:01 WIB

Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

Berita Terbaru