Kuari Ilegal Beroperasi di mungguk Jering : “Bos” Atet Diduga Dalang, Penegakan Hukum Mandek

- Penulis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Kubu Raya – Bekas-bekas galian menganga di Jalan Jelau Mungguk Jering, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyerupai mulut raksasa yang tak pernah kenyang. Tajam, dalam, dan tanpa ampun, tanah di kawasan ini seperti dicabik-cabik oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Di balik lubang-lubang yang merusak bentang alam itu, beredar satu nama yang kerap disebut warga: Atet. Sosok yang diduga menjadi “bos” kuari batu ilegal ini disebut-sebut telah beroperasi selama bertahun-tahun, namun tak pernah tersentuh aparat.

“Sudah lima tahun beroperasi. Tanpa izin. Tanpa reklamasi. Semua orang tahu siapa dalangnya,” kata seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya, kepada awak media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tambang Ilegal Bertahun-tahun

Aktivitas di lokasi tersebut tidak sekadar penambangan biasa, melainkan dugaan pelanggaran serius yang merusak lingkungan. Lahan seluas hektaran itu dibiarkan menganga tanpa proses reklamasi sebagaimana diwajibkan undang-undang.

Dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, istilah lama “bahan galian golongan C” telah dihapus dan diganti dengan “batuan”. Namun, praktik ilegal di Kubu Raya masih memanfaatkan “istilah usang” ini untuk mengaburkan pelanggaran.

Baca Juga:  Polsek Pare Berbagi Kasih, Sambangi Panti Asuhan Muhammadiyah Putra

Batu kapur, pasir, hingga tanah liat dikeruk tanpa izin resmi seperti Surat Izin Pertambangan Daerah (SIPD) atau Surat Izin Pertambangan Rakyat (SIPR). Seluruh hasil tambang dijual, meninggalkan kerusakan tanpa tanggung jawab.

Pajak Hilang, Lingkungan Terkorbankan

Pajak galian yang seharusnya menjadi pemasukan daerah, tak pernah tercatat ketika aktivitas tambang dilakukan secara ilegal. Warga mempertanyakan ke mana larinya uang dari bisnis yang telah berlangsung bertahun-tahun ini.

Dampak lingkungannya pun nyata: sumber air bersih terancam, sungai-sungai mati, dan lahan menjadi kubangan bekas tambang. Namun, penegakan hukum terhadap pelaku nyaris tidak terdengar.

Sosok Misterius

Setiap kali dicari, Atet selalu “tidak di tempat”. Namanya beredar di kalangan pekerja dan warga, namun sosoknya seperti bayangan—ada dalam cerita, tak pernah muncul di hadapan hukum.

Apakah Atet benar-benar hanya satu orang, atau bagian dari jaringan yang lebih besar? Pertanyaan ini terus menggantung, sementara lubang-lubang bekas tambang terus melebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor ATR/BPN Makassar Bantah Isu Jual Beli Nomor Antria
Dampingi Petani Jagung, Polsek Kepung Dorong Ketahanan Pangan di Desa Kencong
Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Pencurian Emas, Modus Menyamar Jadi ART
Aksi Kemanusiaan Polres Kediri Kota, Donor Darah Jadi Wujud Pengabdian untuk Negeri
Polres Kediri Kota Gelar Apel Pengamanan Malam Takbir Idul Adha 1447 H, Kapolres Tekankan Pengamanan Humanis dan Persuasif
Polresta Sidoarjo Siagakan 1.140 Personel Layanan Pengamanan Pilkades Serentak di 80 Desa
Pawai Takbir Obor Keliling RW 05 Dsn Pojok Meriahkan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M
Diduga Arena Sabung Ayam di Penjalinan Bendosari Tulungagung Aktif Kembali Sehari Usai Digerebek Polsek Ngantru
Berita ini 147 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:23 WIB

Kantor ATR/BPN Makassar Bantah Isu Jual Beli Nomor Antria

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:39 WIB

Dampingi Petani Jagung, Polsek Kepung Dorong Ketahanan Pangan di Desa Kencong

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:20 WIB

Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Pencurian Emas, Modus Menyamar Jadi ART

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:17 WIB

Aksi Kemanusiaan Polres Kediri Kota, Donor Darah Jadi Wujud Pengabdian untuk Negeri

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:12 WIB

Polresta Sidoarjo Siagakan 1.140 Personel Layanan Pengamanan Pilkades Serentak di 80 Desa

Berita Terbaru

Berita

Kantor ATR/BPN Makassar Bantah Isu Jual Beli Nomor Antria

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:23 WIB