Antisipasi Karhutla, Polsek Tayan Hulu Lakukan Ground Check Titik Hotspot di 20 Lokasi Rawan

- Penulis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sanggau, Polsek Tayan Hulu melakukan kegiatan ground check terhadap titik-titik hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit NASA-SNPP-NOAA20.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (31/7) mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, mencakup berbagai dusun dan desa di Kecamatan Tayan Hulu.

Ground check ini merupakan respons atas temuan 36 titik panas (hotspot), yang terdiri dari 2 kategori tinggi, 29 sedang, dan 5 rendah. Tim dari Polsek Tayan Hulu langsung turun ke lapangan untuk memverifikasi kebenaran dan situasi terkini di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca jugaPolisi Berhasil Ungkap Penimbunan BBM di Jember, 8 Orang Diamankan

Fokus utama pengecekan adalah memastikan penyebab titik panas serta memastikan tidak ada penyebaran api yang membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Dari hasil pengecekan, tim menemukan aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat di 20 lokasi berbeda. Lahan-lahan tersebut umumnya digunakan untuk persiapan penanaman padi, dengan luas bervariasi antara 0,5 hingga 1,8 hektare.

Lokasi tersebar di Desa Peruan Dalam, Sembuat, Kedakas, Menyabo, Janjang, dan Berakak. Semua lahan yang dicek berada di wilayah tanah mineral, bukan lahan gambut, dan telah disiapkan sekat pembatas oleh pemiliknya.

Petugas juga memastikan bahwa para petani yang membuka lahan telah menyiapkan alat pemadam kebakaran secara mandiri dan tetap berada di lokasi saat api menyala.

Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa pembukaan lahan dilakukan secara terkendali dan sesuai dengan kearifan lokal, sebagaimana diatur dalam Perda Kabupaten Sanggau Nomor 14 Tahun 2022.

Kapolsek Tayan Hulu, Iptu H. Phintor Hutajulu, menegaskan bahwa meski api telah padam saat pengecekan dilakukan, pihaknya tetap melakukan pendataan dan dokumentasi menyeluruh.

“Kami tidak hanya mencatat identitas lokasi dan pemilik lahan, tetapi juga langsung berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala dusun setempat agar kejadian serupa dapat terus dipantau dan dikendalikan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Kalbar Kerahkan 3.586 Personel Gabungan dalam Operasi Lilin Kapuas 202

Ia juga menambahkan bahwa sosialisasi kepada masyarakat tetap menjadi langkah utama dalam mencegah Karhutla.

“Masyarakat perlu terus diberikan pemahaman tentang aturan pembukaan lahan berdasarkan Pergub Kalbar No. 103 Tahun 2020 dan Perbup Sanggau No. 39 Tahun 2020. Ini bukan semata-mata soal penindakan, tapi upaya membangun kesadaran kolektif agar lingkungan tetap lestari,” ujar Kapolsek.

Meski kondisi api telah padam dan situasi lapangan aman, tantangan tetap ada. Beberapa lokasi hotspot tidak dapat dijangkau karena kondisi geografis yang sulit serta keterbatasan personel.

Baca jugaJelang Berakhirnya Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Kediri Kota Gelar KRYD

Hal ini menjadi catatan penting bagi kepolisian dan pemangku kepentingan lain untuk menyiapkan strategi penanganan Karhutla yang lebih efektif di masa mendatang.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polsek Tayan Hulu dalam menjaga wilayahnya dari ancaman Karhutla yang kerap meningkat di musim kemarau. Selain itu, pendekatan humanis dan persuasif terhadap masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan penanganan Karhutla tanpa menimbulkan konflik sosial.

Polsek Tayan Hulu juga terus mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti aturan dan tidak sembarangan membuka lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan. Masyarakat diminta melaporkan segera jika menemukan potensi kebakaran atau kegiatan mencurigakan yang dapat memicu Karhutla.

Melalui kegiatan ini, Polsek Tayan Hulu berharap dapat menciptakan sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menghormati praktik pertanian tradisional yang berbasis pada kearifan lokal. Langkah preventif ini dinilai sangat penting untuk mencegah bencana ekologis yang merugikan semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolresta Pontianak Perkuat Sinergitas dengan MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak
Patroli Perintis Kota Polsek Entikong Intensifkan Pengawasan, Ciptakan Rasa Aman di Perbatasan
Mobil Taft Diduga Alami Gangguan, Tabrakan Tak Terhindarkan di Parindu
Sungai Ensabal Meluap, Genangan Air Capai 70 Cm di Pusat Damai
Diduga Silau Lampu, Truk Fuso Tabrak Tembok Masjid di Sekayam Dini Hari
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Jalan Trans Kalimantan Sanggau, 16 Rumah Terdampak
Propam Polda Kalbar Laksanakan Gaktiblin di Polsek Beduai, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Personel
Tabrakan di Jalan Raya Beduai, Honda CR-V Hantam Pick Up Terparkir, Dua Kendaraan Rusak Berat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 03:21 WIB

Kapolresta Pontianak Perkuat Sinergitas dengan MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak

Kamis, 23 April 2026 - 02:12 WIB

Patroli Perintis Kota Polsek Entikong Intensifkan Pengawasan, Ciptakan Rasa Aman di Perbatasan

Kamis, 23 April 2026 - 02:06 WIB

Mobil Taft Diduga Alami Gangguan, Tabrakan Tak Terhindarkan di Parindu

Kamis, 23 April 2026 - 01:59 WIB

Sungai Ensabal Meluap, Genangan Air Capai 70 Cm di Pusat Damai

Kamis, 23 April 2026 - 01:53 WIB

Diduga Silau Lampu, Truk Fuso Tabrak Tembok Masjid di Sekayam Dini Hari

Berita Terbaru