Masyarakat Sajingan Tuntut Keadilan Adanya Diskriminasi Perusahaan

- Penulis

Senin, 9 September 2024 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CYBERTV.ID – Sambas – Terjadi aksi yang dilakukan oleh masyarakat desa sebunga dan Desa Keliau di pabrik sawit PT Wana Hijau Semesta (WHS) Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat merupakan buntut dari adanya surat edaran yang dilayangkan oleh PT WHS, kisruh dimasyarakat ini sudah berlangsung lama yang diduga dipicu oleh adanya surat edaran yang dikeluarkan oleh PT lestari persada alam kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT MUB (mitra utama Bintang) di sekitar perusahaan untuk tidak menerima Tandan Buah Segar (TBS) hasil curian.

Tuduhan yang di lakukan perusahaan terhadap pencurian TBS kelapa sawit dengan membuat surat edaran kepada pabrik kelapa sawit adalah sepihak, karena selama masuknya perusahaan tersebut belum pernah adanya penyelesaian hak-hak masyarakat, sehingga masyarakat menganggap lahan tersebut adalah masih milik pribadi, karena belum adanya tanggung jawab pihak perusahaan terhadap kewajiban sebagaimana perjanjian yang disepakati.

Adapun dari keterangan warga bahwa selama ini tidak ada plasma untuk desa sebunga dan desa Keliau dari PT WHS dan tidak ada GRTT yang diberikan PT WHS kepada masyarakat, bahkan dari keterangan warga bahwa perusahaan juga menanam dalam HP APL dan UPT, ujar warga sajingan, Minggu (8/8/24)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari akar permasalahan tersebut dan pada puncaknya adanya surat edaran dari perusahaan sehingga masyarakat menjadi merasa tidak ada keadilan, maka terjadilah aksi massa di pabrik PKS.

Baca Juga:  Kompolnas Dorong Transparansi dan Kepastian Hukum melalui Capaian Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026

Bahkan surat keputusan kejaksaan agung yang berkekuatan hukum tetap dengan menyita areal tersebut, serta memasang spanduk di areal perkebunan yang masuk wilayah hutan lindung juga diabaikan oleh perusahaan.

Menurut keterangan masyarakat Bahwa PT. WHS dengan mengeluarkan surat edaran agar pihak Pabrik tidak membeli TBS sawit hasil curian dari Masyarakat Sajingan dan surat edaran tersebut dikuti oleh beberapa PKS sekitar dengan menolak buah dari masyarakat. Itu artinya PT. WHS sudah bertindak setara dengan pengadilan yang memvonis seluruh masyarakat jadi pelaku pencurian sawit, Padahal kita sama-sama tahu bahwa tindakan mencuri itu adalah oknum pada individu yang melakukan pencurian, jadi sama artinya diskriminasi terhadap seluruh masyarakat dan seolah-olah menuduh seluruh masyarakat jadi pencuri.

Adanya kecurigaan masyarakat terhadap oknum-oknum aparat yang bermain, karena sampai saat ini areal yang sudah jelas disita oleh kejaksaan agung dengan kekuatan hukum tapi masih dikelola oleh perusahaan terhadap areal lahan yang sudah jelas dipasang spanduk tersebut.

Masyarakat minta pada pemerintah untuk mengkaji ulang perusahaan-perusahaan yang ada di Sajingan itersebut dan meminta keadilan atas hak-hak masyarakat dan jangan sampai ada oknum-oknum yang bermain dibalik semuanya ini.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IAWP 2026, Kapolri: Perempuan Bukan Sekadar Bagian dari Perubahan
AKBP Hety Raih Penghargaan “Leadership” Di Ajang IAWP 2026
Gerak Cepat Polres Nganjuk dan Tim Gabungan Jinakkan Api, Karhutla di Gunung Wilis Padam
IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional
Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan
Respon Laporan Warga, Polresta Sidoarjo Bongkar Arena Sabung Ayam di Dua Lokasi
Wujud Nyata Kemanunggalan, Kodim 0808/Blitar Gelar Bakti Sosial Dan Baksoskes Serentak Sambut HUT Ke-81 TNI
Jelang Sidang Perdana, Kuasa Hukum Ahli Waris / Keluarga Mamat Godril Minta Pembuktian Dilakukan Cermat dan Objektif*
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:00 WIB

IAWP 2026, Kapolri: Perempuan Bukan Sekadar Bagian dari Perubahan

Minggu, 20 September 2026 - 12:57 WIB

AKBP Hety Raih Penghargaan “Leadership” Di Ajang IAWP 2026

Minggu, 20 September 2026 - 12:54 WIB

Gerak Cepat Polres Nganjuk dan Tim Gabungan Jinakkan Api, Karhutla di Gunung Wilis Padam

Minggu, 20 September 2026 - 07:29 WIB

IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional

Minggu, 20 September 2026 - 07:25 WIB

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Berita Terbaru