Forkompinda Kota Semarang Bersatu Untuk Memberantas Gangster, Polrestabes Semarang Gelar FGD Deteksi Dini Dan Pencegahan Kenakalan Bersatjam

- Penulis

Jumat, 20 September 2024 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cybertv.id – Polrestabes Semarang | Menyikapi lonjakan kenakalan remaja yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya insiden yang melibatkan remaja bersenjata tajam, Polrestabes dan Pemerintah Kota Semarang mengambil tindakan tegas dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang fokus pada deteksi dini dan pencegahan. Acara yang digelar di Mapolrestabes Semarang ini menghadirkan pemangku kepentingan utama antara lain Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, S.I.K., S.H., M.Hum., Walikota Semarang Dr. Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos., dan beberapa pakar pendidikan dan hukum. Jumat (20/9/2024).

FGD membahas peningkatan insiden kekerasan yang mengkhawatirkan, termasuk penyerangan terhadap mahasiswa Udinus baru-baru ini di Jl. Kelud Raya. Para peserta menekankan pentingnya pendekatan multi-cabang untuk mencegah peningkatan kekerasan remaja lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi tersebut menyoroti peran media sosial dalam menumbuhkan budaya negatif dan perlunya keluarga memainkan peran penting dalam membimbing anak-anak mereka. Walikota Ibu Ita menekankan perlunya keterlibatan orang tua dalam membentuk pola pikir generasi muda.

Baca Juga:  Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Semeru 2025, Polres Kediri Perkuat Sinergi Pengamanan Nataru

Kombes Pol. Irwan Anwar mengakui keseriusan situasi ini, dan menyoroti peningkatan signifikan dalam kekerasan melibatkan anak-anak terkait gengster dengan 31 bentrokan yang terdokumentasi di kota tersebut. Ia mengungkapkan, pada minggu ini saja terdapat 5 insiden yang melibatkan 49 anak, dengan 23 anak ditahan. Polrestabes Semarang juga menggencarkan upaya pemberantasan penjualan minuman beralkohol untuk menghindari terkonsumsi kepada anak di bawah umur.

FGD menggaris bawahi perlunya solusi komprehensif, yang mencakup pendidikan dan rehabilitasi. Bapak Sunarto, Kepala Pengembangan Pendidikan Khusus Provinsi Jawa Tengah, menekankan pentingnya peraturan keluarga dan jam malam. Profesor Akademik Dr. Rondiyah menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membentuk karakter dan mencegah kekerasan.

( Sukindar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sotok Keluhkan Air Sungai Keruh dan Berbau, Diduga Tercemar Limbah Perusahaan PT GKM.
Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI
Polres Pelabuhan Tanjungperak Test Urine Sopir Truk dan Bus Jelang Mudik Lebaran
Buka Puasa Bersama TNI-Polri, Kapolri Tegaskan Sukseskan Program Presiden
Operasi Ketupat 2026: Kolaborasi Lintas Kementerian Integrasikan Rekayasa Lalu Lintas dan Strategi Tol Fungsional
Polres Sampang Tegaskan 2 Pemuda yang Ditangkap Bawa Ekstasi Telah Diserahkan ke Panti Rehabilitasi
Mudik Lebaran 2026: Polri Kerahkan 161 Ribu Personel, Layanan Darurat 110 Jadi Kunci Respons Cepat bagi Pemudik
Penanganan Dugaan Penggelapan di Polres Metro Bekasi Disorot, Kuasa Hukum FERADI WPI Nilai Proses Penyelidikan Lamban*
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:18 WIB

Warga Sotok Keluhkan Air Sungai Keruh dan Berbau, Diduga Tercemar Limbah Perusahaan PT GKM.

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:19 WIB

Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:17 WIB

Polres Pelabuhan Tanjungperak Test Urine Sopir Truk dan Bus Jelang Mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:15 WIB

Buka Puasa Bersama TNI-Polri, Kapolri Tegaskan Sukseskan Program Presiden

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:48 WIB

Polres Sampang Tegaskan 2 Pemuda yang Ditangkap Bawa Ekstasi Telah Diserahkan ke Panti Rehabilitasi

Berita Terbaru