๐—ž๐—ผ๐—ป๐˜๐—ฟ๐—ผ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฅ๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜†๐˜‚: ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ถ๐—บ๐˜€๐—ฒ๐˜€ ๐—–๐—ฎ๐—น๐—ผ๐—ป ๐——๐—ถ๐—ป๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ถ ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ฟ ๐—ก๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ถ ๐—•๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ

- Penulis

Rabu, 25 September 2024 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id – Sekadau, 25 September 2024 โ€“ Pengukuhan Tim Sukses (Timses) pasangan calon Aron – Subandrio Kecamatan Sekadau Hilir yang diadakan di Rumah Adat Melayu memicu reaksi beragam di kalangan masyarakat. Banyak yang menyayangkan penggunaan rumah adat yang seharusnya menjadi simbol budaya dan tempat netral, namun kini dipakai untuk kepentingan politik.

Acara tersebut berlangsung pada hari ini, Rabu (25/09/2024) dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat serta pendukung pasangan calon. Meskipun tujuan pengukuhan tersebut adalah untuk meraih dukungan, sejumlah elemen masyarakat merasa tindakan ini mencederai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya Melayu.

Beberapa tokoh masyarakat mengungkapkan kekecewaannya. โ€œRumah Adat Melayu seharusnya menjadi tempat yang melambangkan persatuan dan kebudayaan kita. Menggunakannya untuk kepentingan politik menghilangkan makna tersebut dan bisa dianggap sebagai pelecehan terhadap warisan budaya kita,โ€ ujar salah satu perwakilan masyarakat.

Warga juga menyoroti bagaimana politik dapat dengan mudah memecah belah masyarakat Melayu. โ€œKita sudah sering melihat bagaimana kepentingan politik segelintir orang mampu menggoyahkan persatuan kita. Ketika rumah adat yang seharusnya menjadi simbol kesatuan justru dijadikan panggung politik, kita harus khawatir akan adanya perpecahan yang lebih dalam,โ€ tambahnya.

Lebih lanjut, marwah suatu kaum menjadi rusak ketika pusat budaya yang seharusnya terjaga kehormatannya dimanfaatkan untuk tujuan politik. โ€œKetika tempat yang seharusnya dihormati ini digunakan sebagai arena politik, kita tidak hanya merusak simbol budaya, tetapi juga merusak identitas dan marwah kita sebagai masyarakat Melayu,โ€ ungkap seorang aktivis budaya.

Melihat situasi ini, masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. โ€œKita perlu menjaga tempat-tempat yang seharusnya menjadi ruang netral agar tidak dijadikan arena politik,โ€ tutup salah satu tokoh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerakan Indonesia ASRI : Polres Probolinggo Gelar Aksi Penghijauan Pulihkan Lahan Kritis
Polri Untuk Masyarakat : Kapolres Bojonegoro Beri Bantuan Anak Difabel
Polres Lamongan Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat Lewat โ€œSabuk Kamtibmas”
*Jalin Sinergitas, Polres Blitar Kota Gelar Curhat Kamtibmas Serap Saran dan Kritik dari Masyarakat*
Dukung Sektor Pertanian, Babinsa Karang Tengah Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Irigasi
Polri Bentuk Satgas Perlindungan Jemaah Haji untuk Masyarakat Indonesia
Polres Gresik Ungkap Penimbunan 17 Ribu Liter Solar Subsidi, Satu Tersangka Diamankan
Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Pengedar Sabu di Surabaya
Berita ini 171 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:58 WIB

Gerakan Indonesia ASRI : Polres Probolinggo Gelar Aksi Penghijauan Pulihkan Lahan Kritis

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Polri Untuk Masyarakat : Kapolres Bojonegoro Beri Bantuan Anak Difabel

Jumat, 17 April 2026 - 07:52 WIB

Polres Lamongan Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat Lewat โ€œSabuk Kamtibmas”

Jumat, 17 April 2026 - 06:44 WIB

*Jalin Sinergitas, Polres Blitar Kota Gelar Curhat Kamtibmas Serap Saran dan Kritik dari Masyarakat*

Jumat, 17 April 2026 - 06:20 WIB

Dukung Sektor Pertanian, Babinsa Karang Tengah Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Irigasi

Berita Terbaru