Calon Penumpang Jerit! Harga Tiket Pesawat Nataru-Imlek 2025 Tembus Rp8 Juta, Pemerintah Didesak Tindak Maskapai Nakal

- Penulis

Kamis, 23 Januari 2025 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Cybertv.id , Kebijakan pemerintah untuk menekan harga tiket pesawat jelang periode Natal, Tahun Baru (Nataru), dan Imlek 2025 tampak tidak diindahkan oleh sejumlah maskapai penerbangan.

Alih-alih turun, harga tiket domestik justru melonjak hingga akhir Januari 2025, memicu keresahan di kalangan calon penumpang.

Masyarakat pun menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan penerbangan yang dinilai “nakal” dan mengabaikan imbauan resmi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan VS Realita: Harga Tiket Tak Kunjung Turun

Pada Kamis (23/1), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mengumumkan penurunan tarif tiket pesawat domestik selama masa liburan Nataru dan Imlek 2025.

Kebijakan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi pemudik yang kerap terbebani biaya transportasi tinggi.

“Penyesuaian harga tiket adalah upaya pemerintah memastikan aksesibilitas transportasi udara yang terjangkau selama masa liburan,” tegas Juru Bicara Kemenhub, Elba Damhuri, dalam konferensi pers.

Namun, fakta di lapangan justru bertolak belakang. Pantauan media dan keluhan masyarakat menunjukkan harga tiket tetap tinggi, bahkan cenderung naik drastis.

Sebagai contoh, rute Jakarta-Pontianak pada 26 Januari 2025 pukul 21.18 WIB melalui aplikasi Traveloka mencatat harga tiket Garuda Indonesia mencapai Rp7.783.900. Padahal, tarif normal rute ini biasanya berkisar Rp1,5-2 juta.

Kenaikan serupa terlihat di sejumlah rute lain seperti Jakarta-Medan, Surabaya-Bali, dan Yogyakarta-Makassar, dengan kenaikan 200-300% dari harga biasa.

Masyarakat Kota Pontianak: Kami Terpaksa Menunda Pulang Dampak kenaikan ini dirasakan langsung oleh warga Pontianak, Kalimantan Barat, yang kerap bergantung pada transportasi udara untuk mudik.

Baca Juga:  Polresta Banyuwangi Libatkan Tim Psikolog Dampingi Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Wawan (42), seorang pekerja di Jakarta, mengaku terpaksa menunda rencana pulang karena harga tiket Jakarta-Pontianak melonjak hingga Rp8 juta.

“Ini tidak masuk akal. Bagaimana mungkin tiket hanya untuk 1,5 jam penerbangan bisa setara dengan gaji bulanan buruh,?” ujarnya geram.

Keresahan serupa diungkapkan oleh Siti Rohmahi, mahasiswa asal Pontianak yang kuliah di Jakarta.

“Sudah tiga hari saya cek harga tiket, tapi harganya terus naik. Pemerintah harusnya tegas menindak maskapai yang main-main seperti ini,” protesnya.

Spekulasi Tiket dan Mafia Penerbangan Di balik gejolak harga, muncul dugaan praktik spekulasi tiket oleh oknum mafia.

Sekretaris Jenderal Forum Wartawan dan LSM Kalbar Indonesia, *Wawan Daly Suwandi*, menyebut adanya indikasi permainan harga yang tidak wajar.

“Masyarakat menjerit karena tiket yang seharusnya turun malah melambung. Ada pihak yang mengambil keuntungan sepihak,” tegas Wawan dalam jumpa pers didampingi penasihat hukum Dedi Kurniawan AR SH.

Praktik spekulasi ini diduga melibatkan oknum agen travel yang membeli tiket dalam jumlah besar saat harga rendah, lalu menjualnya kembali dengan harga premium saat permintaan tinggi.

Selain itu, sistem dynamic pricing yang digunakan maskapai juga dinilai kontraproduktif.

Harapan dan Realita

Kebijakan penurunan harga tiket pesawat adalah langkah mulia untuk meringankan masyarakat. Namun, tanpa pengawasan ketat dan penegakan hukum berintegritas, kebijakan ini hanya akan menjadi wacana.

Masyarakat menunggu bukti nyata: harga tiket terjangkau, akses transportasi merata, dan keadilan bagi seluruh calon penumpang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Jember Batasi Kecepatan Kendaraan Berat di Jalur Kasian – Puger
Polres Blitar Kota Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Curhat Kamtibmas
Polres Ngawi Apresiasi dan Dukung Pesilat Muda Berlaga di Kejuaraan Dunia
Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan
Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel
Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal
Pengecoran Jalan Jembatan Perintis Garuda Capai Progres Signifikan, TNI dan Warga Terus Bersinergi
Polres Kediri Kota Ungkap Kasus Kekerasan Anak, Satu Orang Ditetapkan Tersangka
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:27 WIB

Polres Jember Batasi Kecepatan Kendaraan Berat di Jalur Kasian – Puger

Sabtu, 18 April 2026 - 09:25 WIB

Polres Blitar Kota Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Curhat Kamtibmas

Sabtu, 18 April 2026 - 09:22 WIB

Polres Ngawi Apresiasi dan Dukung Pesilat Muda Berlaga di Kejuaraan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 09:20 WIB

Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan

Sabtu, 18 April 2026 - 09:17 WIB

Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel

Berita Terbaru