Pemerintah Diminta Dapat Berikan Kemudahan Izin Tambang Dan APH Diharap Bijak.

- Penulis

Senin, 10 Maret 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id – Sanggau – Penambangan emas di Sungai Kapuas, Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga setempat.

Aktivitas ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga, termasuk Oroniki, seorang warga yang setiap hari bekerja sebagai penambang emas.

Baca juga: Sambut Panen Raya, Babinsa Bendosewu Bersama PPL Sosialisasikan Sergab ke Poktan Rukun Santoso 2

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oroniki menuturkan bahwa penambangan emas di daerah tersebut melibatkan masyarakat lokal, sehingga dampak lingkungan seperti pencemaran dapat diminimalisir.

“Pencucian emas dilakukan di darat, sehingga tidak ada efek merkuri yang mencemari sungai,” ujarnya. Meski demikian, ia mengakui bahwa legalitas penambangan masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan.

Dampak Ekonomi Bagi Warga Setempat

Penambangan emas di Sungai Kapuas telah menjadi tulang punggung perekonomian bagi banyak warga Desa Semerangkai. Bagi Oroniki dan rekan-rekannya, aktivitas ini tidak hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Tanggapi Berita Tahanan Keguguran, Kabidhumas Polda Kalbar : Sisi Kemanusiaan Menjadi Aspek Tertinggi Dalam Pelayanan Dan Perawatan Terhadap Tahanan Di Rutan Polri.

“Banyak dari kami yang bergantung pada tambang ini untuk menghidupi keluarga,” kata Oroniki.

Selain memberikan lapangan pekerjaan, penambangan emas juga mendorong perputaran ekonomi di daerah tersebut.

Pedagang lokal, penyedia jasa, dan sektor informal lainnya turut merasakan dampak positif dari aktivitas ini.

Namun, di balik manfaat ekonomi, terdapat tantangan terkait legalitas dan dampak lingkungan yang perlu diatasi.

Upaya Minimalkan Dampak Lingkungan

Salah satu isu yang sering dikaitkan dengan penambangan emas adalah pencemaran lingkungan, terutama akibat penggunaan merkuri.

Namun, Oroniki menegaskan bahwa masyarakat setempat telah berupaya meminimalkan dampak tersebut.

“Kami melakukan pencucian emas di darat, sehingga tidak ada limbah yang langsung masuk ke sungai,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya ini belum sepenuhnya menyelesaikan masalah.

Baca Juga:  Kapolres Pamekasan Ajak Kades dan Lurah Jaga Kamtibmas dan Cegah Aksi Premanisme

Baca juga: Kepala UPT KPH Kubu Raya Akan Mengeluarkan Surat Secara Dinas Panggilan Supir dan Pemilik BB

Diperlukan langkah-langkah lebih konkret dari pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) untuk memastikan bahwa penambangan emas dilakukan secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

Permintaan Legalitas Dari Masyarakat

Salah satu tuntutan utama warga Desa Semerangkai adalah legalitas penambangan emas.

Oroniki menyatakan bahwa masyarakat ingin bekerja secara legal, sesuai dengan peraturan pemerintah.

“Kami meminta difasilitasi untuk mendapatkan perizinan tambang yang sah,” ujarnya.

Legalitas ini tidak hanya penting untuk menghindari konflik dengan pihak berwenang, tetapi juga untuk memastikan bahwa masyarakat dapat berkontribusi pada pembangunan daerah melalui pembayaran pajak.

“Dengan bekerja secara legal, kami bisa membayar pajak dan membantu pembangunan,” tambah Oroniki.

Harapan Besar Kepada Pemerintah

Oroniki dan warga Desa Semerangkai berharap agar pemerintah, khususnya Gubernur Kalimantan Barat dan Wakil Gubernur terpilih, dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.

“Kami berharap ada kemudahan dalam pengurusan perizinan tambang,” kata Oroniki.

Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah dapat memberikan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat, terutama dalam hal pengelolaan tambang yang ramah lingkungan.

Dengan demikian, aktivitas penambangan emas tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga dapat berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.

Peluang Emas ke Depan

Penambangan emas di Sungai Kapuas memang membawa berkah ekonomi bagi warga Desa Semerangkai.

Namun, tantangan terkait legalitas dan dampak lingkungan tidak bisa diabaikan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk menciptakan sistem penambangan yang legal, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan.

Dengan dukungan yang tepat, penambangan emas di daerah ini tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga menjadi contoh baik bagi pengelolaan sumber daya alam di daerah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Jember Batasi Kecepatan Kendaraan Berat di Jalur Kasian – Puger
Polres Blitar Kota Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Curhat Kamtibmas
Polres Ngawi Apresiasi dan Dukung Pesilat Muda Berlaga di Kejuaraan Dunia
Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan
Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel
Polri Bentuk Satgas Haji dan Umrah, Antisipasi Penipuan dan Pemberangkatan Ilegal
Pengecoran Jalan Jembatan Perintis Garuda Capai Progres Signifikan, TNI dan Warga Terus Bersinergi
Polres Kediri Kota Ungkap Kasus Kekerasan Anak, Satu Orang Ditetapkan Tersangka
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:27 WIB

Polres Jember Batasi Kecepatan Kendaraan Berat di Jalur Kasian – Puger

Sabtu, 18 April 2026 - 09:25 WIB

Polres Blitar Kota Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Curhat Kamtibmas

Sabtu, 18 April 2026 - 09:22 WIB

Polres Ngawi Apresiasi dan Dukung Pesilat Muda Berlaga di Kejuaraan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 09:20 WIB

Polres Bondowoso Ungkap Jaringan Narkoba 5 Tersangka Pengedar Diamankan

Sabtu, 18 April 2026 - 09:17 WIB

Polres Lumajang Amankan 10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel

Berita Terbaru