Polri dan Prof Ary Ginanjar Kuatkan Sistem Karier Berbasis TalentDNA dan Teknologi

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id – Jakarta, 30 September 2026 — Polri memperkuat sistem pembinaan karier personel dengan mengintegrasikan TalentDNA, Assessment Center, rekam jejak, Satu Data Polri, dan Artificial Intelligence (AI). Langkah ini diarahkan untuk membangun sistem SDM yang lebih utuh, objektif, dan mampu melihat potensi sekaligus integritas personel.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. bersama Pendiri ESQ Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan integritas dalam pembinaan SDM, termasuk pada jenjang Perwira Tinggi (Pati) Polri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut dipaparkan hasil Assessment Center terhadap 100 Pati Polri, dengan 96 Pati mengikuti assessment. Proses penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis data, dengan mempertimbangkan berbagai aspek kompetensi, pengalaman, kinerja, serta rekam jejak personel.

Hasil pemetaan tidak dimaksudkan sebagai penilaian yang bersifat menghakimi, melainkan sebagai gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan ruang pengembangan pada sejumlah kompetensi kepemimpinan. Beberapa area yang menjadi perhatian untuk terus diperkuat antara lain integritas, komitmen terhadap organisasi, perencanaan dan pengorganisasian, pengambilan keputusan, pengelolaan perubahan, serta pengawasan.

Wakapolri menegaskan bahwa hasil assessment tidak boleh dibaca secara terpisah. Gambaran seorang personel harus dilihat dari berbagai sisi, mulai dari kompetensi, kinerja, perjalanan karier, rekam jejak, pemetaan psikologi, hingga catatan integritas.

“Assessment adalah salah satu instrumen. Hasilnya harus dilihat bersama rekam jejak, perjalanan karier, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta sumber informasi lainnya,” jelas Dedi.

Menurutnya, assessment juga harus menjadi ruang feedback agar setiap pemimpin dapat memahami kekuatan yang dimiliki sekaligus area yang masih dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Penguatan SDM tidak baru dimulai ketika seseorang menjadi Pati. Polri ingin proses tersebut dibangun sejak personel berada di lembaga pendidikan, termasuk sejak Akademi Kepolisian (Akpol).

“Negara-negara maju mempersiapkan calon pemimpinnya sejak proses pendidikan. Karena itu, pembenahan sistem pendidikan menjadi salah satu kunci agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Dedi.

Pendidikan Polri ke depan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan hafalan, tetapi juga membangun karakter, integritas, cara berpikir kritis, kemampuan mengambil keputusan, dan kesiapan menghadapi perubahan.

Kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Dosen, instruktur, dan pengajar perlu memiliki kompetensi sekaligus kemampuan membentuk karakter peserta didik.

Ary Ginanjar menjelaskan tiga unsur penting dalam pendidikan, yaitu message, method, dan messenger.

“Dari sisi *message*, substansi sudah baik. *Method* perlu dikembangkan agar pendidikan tidak hanya menyentuh ranah kognitif, tetapi juga afektif. Sedangkan *messenger* atau tenaga pendidik harus mampu menyampaikan materi yang membentuk karakter dan integritas peserta didik,” kata Ary.

TalentDNA untuk Mengenali Potensi Sejak Dini

Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan hasil pemetaan TalentDNA terhadap 282 Taruna Akpol.

Pemetaan ini digunakan untuk melihat potensi, karakter, kekuatan, dan area pengembangan masing-masing taruna secara lebih terukur.

Hasil tersebut dapat dipadukan dengan data pendidikan, prestasi, kinerja, assessment, rekam jejak, dan pengembangan kompetensi. Dengan begitu, pengembangan personel dapat dilakukan lebih personal sesuai potensi dan kebutuhannya.

ESQ mendorong pendekatan talent-based personalization, yaitu pengembangan pendidikan dan karier yang tidak menggunakan pola yang sama untuk semua orang.

Baca Juga:  Penuh Keakraban, Polres Kediri Kota Rayakan Hari Ulang Tahun Wali Kota Kediri

“Setiap anggota memiliki nilai dan potensi masing-masing. Karena itu, pengembangan talenta perlu disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan individu,” ujar Ary.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu Polri menyiapkan calon pemimpin sejak dini sekaligus memberikan ruang bagi setiap personel untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

Penguatan sistem penilaian dilakukan secara berkelanjutan, baik terhadap taruna Akpol maupun Pati Polri. Setiap proses diarahkan untuk menggunakan indikator yang jelas, data yang relevan, serta metode assessment yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kerangka tersebut, AI dapat membantu menganalisis berbagai data secara lebih cepat dan komprehensif. Teknologi ini dapat digunakan untuk menemukan pola, memetakan potensi, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, serta menyajikan informasi pendukung bagi pimpinan.

Namun, AI tetap ditempatkan sebagai alat bantu analisis, bukan pengambil keputusan. Keputusan pembinaan dan karier tetap berada pada kewenangan pimpinan melalui proses yang mempertimbangkan aspek profesionalitas, kepemimpinan, integritas, kebutuhan organisasi, serta ketentuan yang berlaku.

Polri juga tengah mendorong optimalisasi Satu Data Polri dan e-Kandidat dalam pembinaan SDM.

Berbagai informasi seperti TalentDNA, kompetensi, prestasi, kinerja, hasil assessment, rekam jejak pendidikan dan penugasan, data psikologi, catatan integritas, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta riwayat pengembangan karier dapat diolah menjadi gambaran yang lebih lengkap mengenai seorang personel.

ESQ mengusulkan pilot project pemanfaatan Agentic AI untuk membantu mengolah data tersebut.

AI dapat membantu menemukan pola, memetakan potensi, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, dan menyajikan informasi yang relevan bagi pimpinan.

Namun, teknologi tetap ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengambil keputusan.

“Assessment adalah salah satu instrumen. Hasilnya harus dilihat bersama rekam jejak, perjalanan karier, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, hasil pengawasan Itwasum, serta sumber informasi lainnya,” kata Dedi.

Karena itu, pengembangan sistem juga akan memperhatikan keamanan data, hak akses, akurasi informasi, serta etika penggunaan teknologi.

Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang. Apa yang dibangun sejak pendidikan akan menentukan kualitas kepemimpinan Polri di masa depan.

“Kalau kita ingin membangun organisasi untuk 20 sampai 30 tahun ke depan, fondasinya harus disiapkan sejak sekarang. Pendidikan, pembinaan SDM, integritas, dan kepemimpinan merupakan investasi jangka panjang organisasi,” kata Dedi.

MoU Polri–ESQ Jadi Landasan Kerja Sama

Penguatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dan ESQ yang telah dibuat.

Melalui kerja sama tersebut, ESQ siap mendukung Polri dalam pengembangan SDM, mulai dari pendidikan, pemetaan talenta, pengembangan kepemimpinan, pembinaan karakter dan integritas, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk mendampingi Polri, khususnya dalam pengembangan SDM. Dukungan ESQ ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dibuat. Kami siap mendukung Polri dalam membangun SDM yang adaptif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas,” ujar Ary.

Ke depan, Polri dan ESQ akan mendalami sejumlah program, termasuk pilot project integrasi Agentic AI dengan Satu Data Polri, pengembangan TalentDNA, penyusunan Leadership Passport, evaluasi Assessment Center, serta penguatan sistem pendidikan berbasis talenta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun SDM yang berintegritas, profesional, adaptif, dan siap menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan Polri di masa depan.
(Djoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Kediri Ikut Menggerakkan Nilai Ekonomi Hasil Panen Jagung BUMDes Wonokerto
Polisi Bersama Masyarakat : Polres Mojokerto Fasilitasi Shelter Istirahat Gratis untuk Pengemudi Online
Polres Madiun Kota Dekatkan Diri ke Masyarakat Lewat Program Sambang dan Aksi Sosial
Sinergi Tanpa Sekat, Polres Ngawi Gelar Pojok Kamtibmas Bersama Warga
Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Kapolsek Kandat Beri Pembinaan kepada Sabuk Kamtibmas di Desa Kandat
Dukung Hanpangan Lokal, Babinsa Koramil 0808/02 Garum Pendampingan Pengairan Tanaman Jagung Di Kelurahan Bence
Polsek Kandat Hadir di Tengah Warga, Amankan Hiburan Electune Tasyakuran RT 06 Ngletih Barat Berjalan Meriah dan Kondusif
Polri Berhasil Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir di Padang, Ratusan Personel Brimob Dikerahkan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Polres Kediri Ikut Menggerakkan Nilai Ekonomi Hasil Panen Jagung BUMDes Wonokerto

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:08 WIB

Polisi Bersama Masyarakat : Polres Mojokerto Fasilitasi Shelter Istirahat Gratis untuk Pengemudi Online

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:06 WIB

Polres Madiun Kota Dekatkan Diri ke Masyarakat Lewat Program Sambang dan Aksi Sosial

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Sinergi Tanpa Sekat, Polres Ngawi Gelar Pojok Kamtibmas Bersama Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Perkuat Kemitraan dengan Masyarakat, Kapolsek Kandat Beri Pembinaan kepada Sabuk Kamtibmas di Desa Kandat

Berita Terbaru