DARA JALANI PEMERIKSAAN SEBAGAI SAKSI, LAPORAN DUGAAN PENGANIAYAAN DI KAFE KEDIRI MASIH BERPROSES

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id-Kediri Kota, 28 September 2026 — Penanganan laporan dugaan penganiayaan yang terjadi di sebuah kafe di wilayah Kota Kediri memasuki tahap pemeriksaan saksi. Dara, salah satu orang yang berada di lokasi kejadian, telah menjalani pemeriksaan di kepolisian untuk memberikan keterangan terkait dugaan kekerasan yang disebut melibatkan ibunya dan dirinya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Dara memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian, pihak-pihak yang berada di lokasi, serta dugaan tindakan kekerasan yang terjadi saat keributan berlangsung. Ia juga menyampaikan informasi mengenai rekaman kamera pengawas atau CCTV yang menurut keterangannya merekam sebagian peristiwa tersebut.

REKAMAN CCTV DISEBUT MEMPERLIHATKAN DUGAAN PEMUKULAN

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dara menjelaskan bahwa dirinya mengetahui keberadaan rekaman CCTV dari tempat yang disebut Noisy. Menurut keterangannya, rekaman tersebut diperlihatkan atau diberikan setelah adanya informasi dari pihak kepolisian mengenai keberadaan rekaman kamera pengawas tersebut.

Berdasarkan rekaman yang diklaim telah dilihatnya, Dara menyebut seorang pria bernama Helmi, yang disebut sebagai suami Putri, diduga melakukan pemukulan terhadap ibunya di sekitar area tangga.

Dara juga menerangkan bahwa sebelum dugaan pemukulan itu terjadi, ibunya disebut terlebih dahulu mengalami tindakan penarikan atau penjambakan rambut oleh Putri. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi keributan.

Dalam rangkaian kejadian itu, Helmi diduga melakukan pemukulan pada bagian bawah mata sebelah kanan ibunya.

Dara menegaskan bahwa dirinya berada di lokasi saat peristiwa berlangsung. Keterangan yang disampaikannya kepada penyidik, menurut pengakuannya, bersumber dari kejadian yang dilihat secara langsung maupun rekaman CCTV yang telah disaksikannya.

Meski demikian, isi rekaman CCTV dan keterangan saksi tetap perlu diperiksa serta dicocokkan dengan bukti-bukti lain oleh pihak kepolisian guna memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya.

DARA JUGA MENGAKU MENJADI KORBAN

Selain memberikan keterangan terkait dugaan kekerasan terhadap ibunya, Dara mengaku dirinya juga mengalami tindakan kekerasan dalam keributan tersebut.

Menurut keterangannya, rekaman CCTV memperlihatkan Putri terlebih dahulu menendang dirinya. Dara mengakui bahwa setelah itu dirinya memberikan balasan dengan menendang. Ia juga menyebut sempat mengalami tindakan penarikan rambut.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian, termasuk tindakan yang diduga dilakukan oleh masing-masing pihak.

Pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai peristiwa tersebut.

SEJUMLAH SAKSI TELAH DIPANGGIL

Dara menyebut sejumlah orang telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Mereka di antaranya adalah dirinya sendiri, Mas Jo atau Johan, serta Puji.

Baca Juga:  Polresta Sidoarjo Siagakan 1.200 Personel Pelayanan Pengamanan Hari Buruh 2026

Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan Dara, masih terdapat seorang saksi yang belum memenuhi panggilan pemeriksaan.

Ia juga menyebut adanya kemungkinan pihak lain akan kembali dipanggil untuk memberikan keterangan. Kendati demikian, informasi mengenai pemanggilan lanjutan tersebut belum dapat dipastikan.

Dengan demikian, proses pemeriksaan saksi masih menjadi bagian penting dalam penanganan laporan dugaan penganiayaan tersebut. Perkembangan selanjutnya menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.

KONDISI IBU DARA MASIH MERASAKAN SAKIT, KELUARGA UNGKAP DUGAAN KEGUGURAN

Di tengah proses penanganan laporan, Dara menyampaikan bahwa kondisi ibunya masih merasakan sakit dan sebelumnya telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Dara juga mengungkapkan bahwa ibunya mengalami keguguran setelah peristiwa tersebut. Kabar itu, menurutnya, menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga.

Pihak keluarga berharap kondisi kesehatan ibunya, termasuk informasi mengenai keguguran yang disampaikan tersebut, dapat menjadi perhatian dalam proses penanganan laporan.

Namun, hubungan antara dugaan kekerasan dan keguguran tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan urutan waktu kejadian. Diperlukan pemeriksaan medis, keterangan tenaga kesehatan, serta bukti pendukung untuk memastikan ada atau tidaknya hubungan sebab-akibat secara medis.

Oleh karena itu, informasi mengenai keguguran tersebut merupakan keterangan yang disampaikan Dara dan pihak keluarga, bukan kesimpulan medis mengenai penyebabnya.

MENUNGGU PERKEMBANGAN PENANGANAN PERKARA

Hingga Senin (28/9/2026), berdasarkan keterangan Dara, dirinya belum mengetahui hasil akhir penanganan laporan tersebut.

Ia berharap laporan yang telah disampaikan dapat diproses secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Keterangan para saksi, rekaman CCTV, hasil pemeriksaan medis, serta bukti-bukti lain diharapkan dapat membantu penyidik dalam mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang dilaporkan.

Pihak kepolisian memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan menilai alat bukti sesuai prosedur hukum sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan Dara mengenai peristiwa yang dialaminya dan yang disebutnya terjadi terhadap ibunya. Dugaan pemukulan, penendangan, serta penarikan rambut yang disebutkan dalam pemberitaan ini masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum.

Hingga terdapat keterangan resmi dan hasil penanganan perkara dari pihak berwenang, semua pihak yang disebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat diimbau untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak menarik kesimpulan sepihak sebelum adanya hasil pemeriksaan dan penanganan resmi dari aparat penegak hukum.
(Jk/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital
Respons Cepat Polres Ponorogo dan Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Sampung
Wakapolri: SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh
Polres Kediri Dampingi dan Beri Dukungan Moril Keluarga Korban KM Virgo Transport 8
Masjid Aman, Jamaah Nyaman: Kapolres Kediri Kota Dorong Takmir Perkuat Kamtibmas
Kapolri: Ulama Jadi Lentera dan Kompas bagi Bangsa
Kapolri Bersama Gus Baha: Jaga Persatuan agar Indonesia Terus Tumbuh dan Maju
Eratkan Silaturahmi dan Wujud Penghormatan, Babinsa Koramil 0808/01 Sukorejo Gelar Komsos Bersama LVRI Kota Blitar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:30 WIB

DARA JALANI PEMERIKSAAN SEBAGAI SAKSI, LAPORAN DUGAAN PENGANIAYAAN DI KAFE KEDIRI MASIH BERPROSES

Senin, 28 September 2026 - 12:43 WIB

Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Dorong Pemuda Bijak dan Produktif di Era Digital

Senin, 28 September 2026 - 12:41 WIB

Respons Cepat Polres Ponorogo dan Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Sampung

Senin, 28 September 2026 - 12:39 WIB

Wakapolri: SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh

Senin, 28 September 2026 - 12:36 WIB

Polres Kediri Dampingi dan Beri Dukungan Moril Keluarga Korban KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru