Cyber TV. Id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat resmi mencanangkan
Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis dalam rangka menyosialisasikan Sensus
Ekonomi 2026 serta memperkenalkan petugas sensus ke masyarakat.
Pencanangan ini dilaksanakan pada Sabtu (13/6) dan menjadi bagian dari kegiatan Gema Membangun Desa ke-2 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Deputi
Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Plt. Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS
RI, Inspektur II BPS RI, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan
Barat,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Wakil Bupati Kabupaten Sambas, Kepala
BPS Kabupaten Sambas, 10 perwakilan petugas Sensus Ekonomi 2026 BPS Kabupaten
Sambas, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Barat, Instansi
Vertikal serta masyarakat umum.
Kegiatan pencanangan ini dilaksanakan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh,
Kabupaten Sambas, yang juga dikenal sebagai wilayah yang berdekatan dengan
perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Pemilihan Desa Temajuk sebagai lokasi pencanangan
menjadi simbol komitmen BPS untuk menjangkau seluruh pelaku usaha hingga ke ujung
negeri, sehingga tidak ada aktivitas ekonomi yang luput dari pendataan.
Pencanangan ditandai dengan pemasangan rompi dan atribut Sensus Ekonomi
2026 secara simbolis kepada petugas sensus oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Ria Norsan.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh jajaran
pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat serta warga setempat.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh Edy Mahmud,
menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus yang komprehensif,
karena tidak hanya mendata seluruh kegiatan ekonomi mulai dari usaha mikro, kecil,
menengah hingga besar, tetapi juga mencakup aspek sosial ekonomi rumah tangga, dari
sektor pertanian, industri, perdagangan, hingga jasa.
Hal ini bertujuan untuk
memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi ekonomi para pelaku usaha sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan oleh pemerintah.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kalimantan Barat didukung oleh petugas lapangan yang
telah direkrut secara terbuka sebanyak 4.701 orang melalui proses seleksi dan
wawancara di seluruh kabupaten/kota.
Khusus di Kabupaten Sambas, jumlah petugas
yang dibutuhkan sebanyak 569 orang,” tambahnya.
Moh. Edy Mahmud juga turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama
menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas pendataan yang datang
secara resmi serta mengisi data sesuai kondisi sebenarnya.
Selain itu, masyarakat juga tidak perlu khawatir atas kerahasiaan data yang diberikan karena Undang-Undang
menjamin kerahasiannya.
Melalui pencanangan di wilayah perbatasan ini, BPS Provinsi Kalimantan Barat
berharap langkah awal Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan dengan lancar dan
mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.
Partisipasi aktif serta
kejujuran para pelaku usaha dalam memberikan data menjadi kunci utama untuk
menghasilkan potret ekonomi yang akurat dan kredibel. Pada akhirnya, keberhasilan
sensus ini akan menjadi landasan kokoh bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan
pembangunan yang tepat sasaran, inklusif, dan mampu mendorong kesejahteraan ekonomi hingga ke pelosok daerah.
Novi














