Cybertv.id – PONTIANAK –Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pontianak Utara, Herman Ali, menegaskan bahwa akhlak memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menyampaikan pendapat dan kritik di ruang publik.
Sebagai kader GP Ansor yang tumbuh dalam tradisi Nahdlatul Ulama, Herman menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan harus selalu dibarengi dengan akhlak yang baik. Menurutnya, ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah, sedangkan akhlak menjadi pedoman agar ilmu digunakan secara bijaksana dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kami menyayangkan adanya penggunaan diksi yang mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia, termasuk penyebutan yang dapat merendahkan martabat kepala negara. Hal ini sangat disayangkan, terlebih jika dilakukan oleh kalangan pemuda yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan dikenal kritis terhadap pemerintah,” ujar Herman Ali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, penggunaan bahasa yang tidak santun dalam menyampaikan kritik justru dapat mengaburkan substansi persoalan yang ingin disampaikan. Selain itu, kritik yang disertai penghinaan berpotensi menghilangkan nilai edukatif dan esensi dari demokrasi itu sendiri.
Menurut Herman, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab dengan didukung argumentasi yang kuat, data yang jelas, serta menggunakan bahasa yang santun tanpa caci maki maupun penghinaan.
“Kritik tetap diperlukan sebagai bentuk kontrol sosial. Namun, penyampaiannya harus mengedepankan etika, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Herman juga mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menjaga ruang publik agar tetap menjadi wadah pertukaran gagasan yang sehat, cerdas, dan bermartabat. Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang berakhlak dan menjunjung tinggi etika dalam menyampaikan pendapat.
“Marilah kita bersama-sama menjaga budaya diskusi yang santun dan konstruktif. Bangsa ini membutuhkan pemuda yang mampu berpikir kritis, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai akhlak dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.
Novi














