Pemakaman Balita Di Ngronggo Meninggal Dunia Diduga Dianiaya, Tujuh Saksi Masih Dalam Pemeriksaan Polisi

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id-KEDIRI – Kematian seorang balita berusia sekitar 4 tahun di Dusun Baudendo, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, tengah diselidiki aparat kepolisian. Sejumlah temuan luka pada tubuh korban memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan yang berujung pada meninggalnya korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (15/4) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Ketua RW 06 Dusun Baudendo, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Yusuf, menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang mendapati korban telah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah.

Saat itu, di dalam rumah hanya terdapat nenek korban, Mbah S, bersama tiga cucunya. Warga kemudian memanggil Ketua RW untuk memastikan kondisi korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga menghubungi saya sekitar pukul 17.45 WIB untuk memastikan kondisi korban yang sudah meninggal dunia,” ujar Yusuf saat ditemui pada Kamis (16/4), siang , Pasca kejadian setelah mengikuti visum RS Gambiran.

Setelah dipastikan, pihak keluarga, termasuk ibu kandung korban yang bekerja sebagai tukang pijat serta ayah tirinya yang sedang bekerja, segera dihubungi untuk pulang.

Namun, warga mulai mencurigai adanya kejanggalan setelah melihat luka memar pada tubuh korban. Yusuf menyebutkan, luka tersebut tidak hanya terdapat di bagian bawah mata, tetapi juga di area perut dengan kondisi yang cukup serius.

“Dari hasil pengecekan awal, terlihat ada banyak luka memar, terutama di bagian bawah mata dan perut korban,” jelasnya.

Atas temuan tersebut, pihak RW bersama perangkat setempat segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menindaklanjuti kejadian. Kasus ini kemudian dilimpahkan kepada pihak kepolisian.

Korban diketahui bernama Muhammad Afanizar Mukhtar, yang akrab disapa Nizar, berusia sekitar 4 tahun. Ia tinggal bersama dua saudara kandungnya yang masih berusia sekitar 5 hingga 6 tahun.

Yusuf juga mengungkapkan bahwa ketiga anak tersebut belum memiliki dokumen administrasi resmi seperti akta kelahiran maupun kartu keluarga. Hal ini menjadi kendala dalam pengurusan administrasi, termasuk surat kematian.

Baca Juga:  FKUB Sumenep Sebut Kegiatan Sosial di Hari Bhayangkara ke - 79 Bukti Nyata Polri Untuk Masyarakat

“Ibu korban sudah memiliki KTP Kediri, tetapi anak-anaknya belum tercatat secara administrasi,” tambahnya.

Keluarga korban diketahui telah tinggal di wilayah tersebut selama lebih dari satu tahun setelah merantau dari luar daerah, diduga berasal dari Sumatera. Dalam kesehariannya, rumah tersebut dihuni oleh beberapa anggota keluarga, termasuk nenek, ibu kandung, ayah tiri, anak-anak, serta kerabat lainnya.

Terkait dugaan pelaku, kecurigaan sementara mengarah kepada nenek korban, mengingat saat kejadian hanya ia yang berada di rumah. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Selain itu, Yusuf juga mengungkap bahwa dugaan kekerasan terhadap anak-anak tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurut keterangan warga, kasus serupa pernah dilaporkan ke pihak kelurahan hingga unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), namun belum ditangani secara maksimal karena minimnya saksi.

“Informasi dari warga, kejadian seperti ini diduga sudah sering terjadi, tetapi banyak yang tidak berani menjadi saksi,” ungkapnya.

Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Lalu di makamkan kamis (16/4), Siang.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Kediri Kota, AKP Sundari S.H., menyampaikan bahwa penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi dari unsur keluarga dan warga sekitar.

“Sebanyak tujuh saksi sudah kami periksa. Hingga saat ini penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Warga berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan mampu mengungkap fakta yang sebenarnya.

Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama terkait keselamatan anak. Jika terdapat indikasi kekerasan, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani lebih cepat dan mencegah kejadian serupa terulang.
(Djoko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PBPI Kabupaten Kediri Resmi Dilantik, Kehadiran Kapolres Perkuat Dukungan Pembinaan Atlet
Peringati May Day, Polres Probolinggo Buka Layanan Bengkel Gratis dan Samsat Keliling
Polres Ngawi Perkuat Jaga Kondusifitas Wilayah dengan Sabuk Kamtibmas
Polda Jatim Apresiasi Elemen Pekerja dan Mahasiswa,May Day di Jawa Timur Tertib dan Damai
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. tolong saya, Ujar Hairil Tami, Penyidik Anda tidak merespon, anda juga tidak balas surat resmi lawyer saya*
Skandal Perampasan Tanah di Pinrang: Sindikat Tiga Mafia Kolaborasi Rebut Lahan Rakyat, Sertifikat Ganda Terbit Secara Misterius
Bangun Fasilitas MCK, Babinsa Desa Binangun Gotong Royong Bantu Warga Demi Tingkatkan Sanitasi Lingkungan
Polres Bondowoso Bangun Jembatan Merah Putih Presisi Hadirkan Manfaat Nyata bagi Warga
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:27 WIB

PBPI Kabupaten Kediri Resmi Dilantik, Kehadiran Kapolres Perkuat Dukungan Pembinaan Atlet

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:25 WIB

Peringati May Day, Polres Probolinggo Buka Layanan Bengkel Gratis dan Samsat Keliling

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:22 WIB

Polres Ngawi Perkuat Jaga Kondusifitas Wilayah dengan Sabuk Kamtibmas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:20 WIB

Polda Jatim Apresiasi Elemen Pekerja dan Mahasiswa,May Day di Jawa Timur Tertib dan Damai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:02 WIB

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. tolong saya, Ujar Hairil Tami, Penyidik Anda tidak merespon, anda juga tidak balas surat resmi lawyer saya*

Berita Terbaru