Cybertv.id.- Sanggau, Polda Kalbar – Akses transportasi masyarakat di Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mulai kembali berjalan setelah dilakukan perbaikan darurat pada Jembatan Melobok yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat cuaca ekstrem. Polsek Meliau turut melakukan monitoring langsung terhadap progres perbaikan tersebut pada Rabu, 8 April 2026 sejak pukul 08.15 WIB hingga kegiatan selesai.
Kerusakan jembatan bermula dari hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Meliau pada Minggu malam, 5 April 2026. Curah hujan yang tinggi menyebabkan struktur jembatan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan ringan berubah menjadi rusak berat hingga terputus total, sehingga arus lalu lintas masyarakat sempat terganggu.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, mengingat jembatan tersebut merupakan jalur vital penghubung antarwilayah serta akses utama masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik di Kecamatan Meliau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah cepat mengatasi kondisi darurat, Pemerintah Desa Melobok bersama masyarakat setempat berinisiatif melakukan perbaikan sementara secara swadaya. Upaya ini dilakukan agar jalur transportasi dapat kembali dilalui kendaraan sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah.
Perbaikan dilaksanakan menggunakan dua unit alat berat jenis excavator dengan sistem sewa. Proses pengerjaan dilakukan dengan metode penimbunan badan jalan dan penguatan akses jembatan menggunakan material tanah guna membuka kembali jalur kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolsek Meliau, Iptu Supar, mengatakan bahwa kehadiran pihak kepolisian melalui kegiatan monitoring bertujuan memastikan proses perbaikan berjalan aman serta tetap memperhatikan keselamatan masyarakat pengguna jalan.
“Polsek Meliau hadir untuk memastikan kegiatan perbaikan berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan potensi gangguan kamtibmas. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama antara pemerintah desa dan masyarakat agar akses transportasi tetap berfungsi,” ujar Iptu Supar.
Ia menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara dan hanya sebagai solusi darurat. Pemerintah daerah melalui instansi teknis tetap akan melaksanakan pembangunan jembatan permanen sesuai rencana yang telah disusun.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Edmund selaku pihak External Control Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Rayon Meliau–Parindu, pembangunan jembatan beton permanen dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026.
Untuk mendukung pembiayaan operasional perbaikan darurat, masyarakat bersama pemerintah desa menerapkan kontribusi biaya bagi kendaraan yang melintas. Kendaraan roda enam dikenakan tarif Rp100.000, roda empat Rp50.000, sedangkan roda dua bersifat sukarela sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menutup biaya sewa alat berat dan operasional pekerjaan.
Hasil pengumpulan bahan keterangan di lapangan menunjukkan hingga saat ini belum ditemukan adanya komplain dari masyarakat terkait kebijakan kontribusi tersebut. Warga justru menilai langkah swadaya ini sebagai solusi cepat agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
Kapolsek Meliau menambahkan bahwa semangat gotong royong masyarakat menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah desa dan warga dalam menghadapi kondisi darurat infrastruktur.
“Kami mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Melobok yang mengedepankan kebersamaan dan kepentingan umum. Polri akan terus hadir melakukan pengawasan serta membantu menjaga keamanan selama proses perbaikan berlangsung,” tambahnya.
Dengan kembali difungsikannya akses jalan di Jembatan Melobok, diharapkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan normal sambil menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
_(Anita)_
Editor : Anita
Sumber Berita: Dny Ard / Humas Res Sgu














