Cybertv.id – Pontianak , Kalbar – Muscab (Musyawarah Cabang) PKB Kota Pontianak kali ini, menurut Huddin, tidak mengedepankan sistem pemilihan langsung. Sebelumnya, DPW (Dewan Pengurus Wilayah) PKB telah menyaring lima nama yang akan dipertimbangkan sebagai calon ketua DPC. Selanjutnya, tim yang dibentuk oleh DPW akan mengirimkan nama-nama tersebut ke DPP (Dewan Pengurus Pusat) untuk diproses lebih lanjut.
Proses ini bukan melalui pemilihan umum, melainkan penjaringan yang sudah dilakukan sebelumnya. Nama-nama yang telah diseleksi kemudian diumumkan dan dikirim ke DPP pusat, di mana akan diproses lebih lanjut.
Setelah itu, masih ada proses penjaringan lanjutan, seperti uji kelayakan (UKK) yang dilakukan di tingkat DPW. UKK ini melibatkan dua tahap uji kelayakan yang harus dijalani oleh calon ketua DPC, yang kemudian akan menentukan siapa yang layak dipilih oleh DPP. Hal ini menunjukkan bahwa penentuan ketua DPC tidak dilakukan secara aklamasi, tetapi melalui proses yang sangat terstruktur dan selektif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua keputusan ini diambil melalui musyawarah, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Siapa pun, dari suku dan agama mana pun, dapat berpartisipasi dalam proses ini karena Tim Lima sudah melakukan penjaringan dengan sangat transparan,” jelas Huddin.
Diperkirakan, sekitar bulan Mei atau Juni, hasil muscab ini akan mengumumkan siapa yang terpilih sebagai ketua DPC PKB Kota Pontianak. Namun, hingga saat ini, proses tersebut masih berlangsung karena tahapan seleksi masih panjang.
“Jika ada yang terpilih, itu berarti yang bersangkutan sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh DPP, terutama dalam hal kemampuan berkomunikasi dengan kepala daerah, menjalin hubungan baik dengan partai lain, serta kemampuan merangkul anggota dan kader partai untuk membesarkan PKB. Setelah terpilih, yang terpenting adalah mampu menjaga kekeluargaan dan selalu bermusyawarah,” tambah Huddin.
Dari lima nama yang telah dikirim ke DPP, proses seleksi di tingkat pusat tidak dilakukan dengan pemilihan langsung, melainkan melalui pertimbangan yang matang oleh para ahli di DPP. Tim yang berkompeten akan bekerja sama dengan DPW, yang memiliki masukan dan informasi tentang kondisi wilayah. Semua aspek ini akan dipertimbangkan dengan serius, untuk memastikan bahwa yang terpilih bisa mengakomodir kepentingan semua pihak.
Huddin menegaskan, DPP bukan hanya memilih secara sembarangan. DPP memiliki strategi dan pemetaan yang matang dalam menentukan pilihan, dengan tujuan agar ketua DPC yang terpilih mampu membawa PKB menjadi pemenang dalam Pemilu yang akan datang.
Menanggapi target untuk Kota Pontianak, Huddin berharap PKB dapat meraih enam kursi di DPRD Kota Pontianak pada Pemilu mendatang. Dari enam kursi tersebut, lima di antaranya sudah dipastikan, dan PKB menargetkan untuk memperoleh unsur pimpinan di DPRD Kota Pontianak. “Kami sudah merancang strategi, tidak hanya untuk memperoleh unsur pimpinan, tetapi juga untuk mengusung calon walikota. Oleh karena itu, PKB adalah masa depan Kota Pontianak,” ujar Huddin penuh keyakinan.
Novi














