Minim Peminat Jadi Tantangan, Distan Kalbar Ajak Semua Elemen Termasuk Pesantren Galakkan Pertanian

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cybertv.id.- KUBU RAYA – Salah satu persoalan mendasar dalam sektor pertanian di Kalimantan Barat saat ini adalah minimnya minat Calon Petani (CP), meskipun ketersediaan lahan masih cukup luas dan potensial untuk digarap.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Herti Herawati, MMA, saat menghadiri kegiatan halal bihalal penggiat pertanian di Pondok Pesantren Minum Islam dengan tema “Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku”.
Menurut Herti, ketidakseimbangan antara ketersediaan lahan dan jumlah petani aktif menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan produksi pertanian di daerah.

“Lahan kita masih tersedia, bahkan cukup luas. Namun, tantangan kita saat ini adalah kurangnya minat calon petani untuk mengelola lahan tersebut,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, komoditas hortikultura seperti cabai juga menjadi perhatian khusus, mengingat perannya sebagai salah satu penyumbang inflasi di daerah.

Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas strategis, menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan.

“Cabai merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi. Maka dari itu, pengembangan budidaya cabai ini juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan untuk masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  JPKP Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Ketum Maret Samuel Sueken Hadir di IKN HUT RI ke -79 

Sebagai upaya mengatasi persoalan minimnya minat petani, Dinas TPH Kalbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam mengembangkan sektor pertanian.

Tidak hanya masyarakat umum, kalangan lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren juga didorong untuk ambil bagian.

Menurut Herti, pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan santri di bidang pertanian.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk pondok pesantren, untuk mulai menggalakkan pertanian. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga membangun kemandirian dan keterampilan,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas TPH Provinsi Kalimantan Barat siap menyediakan berbagai bantuan, termasuk penyediaan bibit tanaman bagi pihak-pihak yang siap mengembangkan usaha pertanian.

“Kami siap memfasilitasi, salah satunya dengan menyiapkan bibit. Harapannya, ini bisa mendorong minat masyarakat untuk kembali bertani,” tegasnya.

Dengan sinergi seluruh elemen, diharapkan sektor pertanian di Kalimantan Barat dapat terus berkembang, mampu menekan laju inflasi, serta menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Editor : Anita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenko Polkam Melaksanakan Kunjungan Kerja Didesa Temajuk Kecamatan Paloh Dalam Rangka Sinkronisasi Pengelolaan Kawasan Perbatasan RI – Malaysia
KEJATI KALBAR SELAMATKAN RP115 MILIAR DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI BAUKSIT
HUT ke-62, Ini Harapan Bupati Sujiwo untuk Bank Kalbar
Rumah Nyaris Roboh, Bu Eli Menangis Haru Dikunjungi Bupati Kubu Raya
Bupati Ketapang Hadiri Rakernas XVII Apkasi 2026 di Batam, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Peringatan Hari Desa Nasional 2026, Bupati Tegaskan Desa Fondasi Kemajuan Ketapang
Lantik Pejabat Manajerial, Bupati Tegaskan Arah Baru Birokrasi Ketapang yang Cepat, Responsif, dan Melayani
Bupati dan Kapolres Ketapang Pimpin Penanaman Jagung Kuartal I 2026, Desa Ratu Elok Jadi Percontohan Ketahanan Pangan.
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 04:33 WIB

Kemenko Polkam Melaksanakan Kunjungan Kerja Didesa Temajuk Kecamatan Paloh Dalam Rangka Sinkronisasi Pengelolaan Kawasan Perbatasan RI – Malaysia

Kamis, 16 April 2026 - 13:17 WIB

KEJATI KALBAR SELAMATKAN RP115 MILIAR DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI BAUKSIT

Kamis, 16 April 2026 - 09:10 WIB

HUT ke-62, Ini Harapan Bupati Sujiwo untuk Bank Kalbar

Senin, 6 April 2026 - 00:51 WIB

Rumah Nyaris Roboh, Bu Eli Menangis Haru Dikunjungi Bupati Kubu Raya

Minggu, 5 April 2026 - 04:47 WIB

Minim Peminat Jadi Tantangan, Distan Kalbar Ajak Semua Elemen Termasuk Pesantren Galakkan Pertanian

Berita Terbaru