Sekda Harisson Ingatkan Ancaman Ketergantungan Teknologi, Rokidi Bongkar Dampak Tambang Ilegal: Siapa Menjaga Alam Kalbar?

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cyber tv.id -Pontianak – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes, mengingatkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara mendalam agar tidak tertinggal oleh bangsa lain.

Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah kegiatan bersama kader dan alumni organisasi mahasiswa Islam di Kalimantan Barat.

Menurut Harisson, ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dapat membuat suatu bangsa mudah tertinggal bahkan dimanipulasi oleh pihak lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi digital tanpa memahami ilmunya. Jika kita tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kita bisa saja dibohongi dan tertipu secara keilmuan oleh bangsa lain yang berada di balik teknologi tersebut,” ujar Harisson.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadikan masa kuliah sebagai momentum untuk benar-benar menguasai ilmu pengetahuan secara serius.

Harisson bahkan mendorong para mahasiswa untuk berprestasi setinggi mungkin dalam dunia akademik.

“Kalau kuliah, targetkan menjadi yang terbaik. Minimal raihlah predikat cumlaude atau bahkan summa cumlaude. Itu bentuk kesungguhan kita dalam menuntut ilmu,” tegasnya.

Menyinggung Geopolitik Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Harisson juga menyinggung dinamika geopolitik dunia sebagai contoh bagaimana penguasaan ilmu pengetahuan dapat mempengaruhi kekuatan suatu bangsa.

Ia mencontohkan bagaimana Iran mampu bertahan dan melawan tekanan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Israel, yang menurutnya tidak terlepas dari kekuatan ilmu pengetahuan serta karakter bangsa yang kuat.

“Bangsa Persia dikenal sebagai bangsa pejuang yang menguasai ilmu pengetahuan. Karena itu mereka mampu berdiri dan melakukan perlawanan terhadap kekuatan besar dunia,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan sebagai motivasi agar generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi pencipta dan pengembang ilmu pengetahuan.

Apresiasi untuk Tokoh Kalbar

Dalam kesempatan yang sama, Harisson juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, S.E., M.M., yang dinilai telah banyak membantu berbagai kegiatan kemasyarakatan dan organisasi.

Ia bahkan mengusulkan nama Rokidi untuk masuk sebagai Dewan Kehormatan HMI, yang nantinya akan diajukan kepada Majelis Nasional untuk proses seleksi lebih lanjut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Haji Rokidi yang selama ini banyak membantu kegiatan kami maupun kegiatan HMI,” katanya.

Rokidi Soroti Kerusakan Lingkungan dan Tambang Ilegal

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar H. Rokidi dalam sambutannya menyoroti persoalan kerusakan lingkungan di Kalimantan Barat, khususnya akibat aktivitas pertambangan ilegal.

Rokidi mengawali pemaparannya dengan mengutip pertanyaan klasik yang sering disampaikan oleh ulama mengenai kemunduran umat Islam dibandingkan bangsa lain.

“Pertanyaannya sederhana: mengapa umat Islam mundur sementara bangsa lain maju? Jawabannya karena umat Islam meninggalkan ajaran agamanya,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu bentuk meninggalkan ajaran agama adalah ketika manusia tidak lagi menjaga lingkungan sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Tahun dan Doa Bersama Lintas Agama : Polda Kalbar Siap Mendukung Program Pemerintah.

Ia mengutip Surah Al-Maidah ayat 32 yang menyatakan bahwa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar atau membuat kerusakan di muka bumi sama dengan membunuh seluruh manusia.

“Kerusakan terhadap alam sebenarnya adalah kejahatan kemanusiaan,” tegasnya.

Tambang Ilegal Jadi Sorotan

Rokidi menilai kerusakan lingkungan di Kalimantan Barat sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, terutama akibat aktivitas pertambangan ilegal.

Ia menyebut nilai transaksi tambang ilegal bahkan mencapai puluhan triliun rupiah, yang memberikan dampak besar terhadap kerusakan ekosistem.

“Bayangkan, nilai tambang liar bisa mencapai sekitar Rp25 triliun lebih. Kekayaan alam kita dikeruk, sementara kerusakan lingkungan ditanggung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti fenomena ribuan penambang yang datang dari luar daerah untuk menambang emas di Kalimantan Barat.

Menurutnya, aktivitas tersebut sering kali menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri yang mencemari sungai dan lingkungan sekitar.

Sungai Kapuas Terancam Tercemar

Rokidi juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap meningkatnya pencemaran Sungai Kapuas, yang diduga dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan emas ilegal.

“Kandungan zat berbahaya di Sungai Kapuas sudah meningkat. Ini sangat memprihatinkan karena sungai tersebut menjadi sumber kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia menilai kerusakan lingkungan sering dianggap sebagai persoalan kecil, padahal dampaknya sangat besar bagi kehidupan manusia.

“Kerusakan alam sering dianggap hal biasa, padahal dalam perspektif agama itu adalah kejahatan besar,” ujarnya.

Ironi di Tengah Kerusakan Alam

Rokidi juga menyinggung ironi yang terjadi di tengah masyarakat, di mana sebagian keuntungan dari aktivitas tambang ilegal justru digunakan untuk kegiatan keagamaan.

Ia menyebut jumlah masyarakat yang menunaikan ibadah umrah meningkat drastis dibandingkan puluhan tahun lalu.

“Dulu satu bulan mungkin tidak ada satu orang yang berangkat umrah. Sekarang bisa ratusan orang. Tetapi kita harus bertanya, apakah sumber penghasilannya benar-benar halal jika berasal dari aktivitas yang merusak alam?” katanya.

Seruan Menjaga Amanah sebagai Khalifah di Bumi

Rokidi menegaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi, yang harus menjaga keseimbangan alam dan tidak merusaknya.

Menurutnya, ajaran Al-Qur’an seharusnya tidak hanya dibaca atau dikaji, tetapi juga dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an jangan hanya dibaca di rumah, di sekolah, atau di pesantren. Ia harus menjadi pedoman hidup,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bahkan pemborosan makanan (mubazir) yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari merupakan perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam.

Pesan untuk Generasi Muda

Di akhir pemaparannya, Rokidi mengajak generasi muda untuk kembali memegang teguh nilai-nilai agama sekaligus meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa hanya bisa dicapai jika masyarakatnya memiliki integritas moral, ilmu pengetahuan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Jika kita ingin maju, maka kita harus kembali kepada nilai-nilai ajaran agama sekaligus menguasai ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Novi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybertv.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Mojokerto Kota Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Polres Pelabuhan Tanjungperak Bantu Petani Distribusikan Jagung Hasil Panen ke Bulog
Polda Jatim Gelar KreaFest 2026, Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI untuk Edukasi dan Keamanan Publik
Penuh Keakraban, Polres Kediri Kota Rayakan Hari Ulang Tahun Wali Kota Kediri
Taruna AKPOL Angkatan 58 Kunjungi Murid SD Bangsal 4 Kota Kediri, Tanamkan Semangat Belajar dan Disiplin
Jelang Peringatan 1 Suro, Kapolres Tulungagung : Mari Kita Rayakan Budaya ini Dengan Khidmat
PT Arvena Sepakat Diduga Telantarkan Lahan Masyarakat Nanga Mahap
Kunker Asrenum Panglima TNI Di Dampingi Dandim 0808/Blitar Tinjau KDKMP Di Blitar
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:18 WIB

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Mojokerto Kota Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:17 WIB

Polres Pelabuhan Tanjungperak Bantu Petani Distribusikan Jagung Hasil Panen ke Bulog

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:15 WIB

Polda Jatim Gelar KreaFest 2026, Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI untuk Edukasi dan Keamanan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:13 WIB

Penuh Keakraban, Polres Kediri Kota Rayakan Hari Ulang Tahun Wali Kota Kediri

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:11 WIB

Taruna AKPOL Angkatan 58 Kunjungi Murid SD Bangsal 4 Kota Kediri, Tanamkan Semangat Belajar dan Disiplin

Berita Terbaru